Latihan Doa 11: Berdoa dengan Pengalaman Masa Kecil

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Kitab Mazmur 40 (Ucapan syukur dan doa minta tolong)
– Surat kepada Jemaat di Efesus 5,8-21 (Hidup sebagai anak-anak terang)
– Kitab Ulangan 4,32-40 (Bukti kasih Tuhan)
– Kitab Yesaya 49,8-18 (Aku takkan pernah melupakan engkau)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat untuk mengingat dengan baik pengalaman-pengalaman masa kecilku dan memahami bahwa aku perlu mensyukuri dan berdamai dengan aspek-aspek tertentu masa laluku demi perkembangan rohani yang lebih besar dan kesembuhan dalam diriku.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Sebagai seorang anak, pengalaman-pengalaman membahagiakan apa yang kumiliki? Apa yang membuat pengalaman itu sungguh-sungguh membahagiakan? Kembali ke pengalaman-pengalaman itu dan nikmati dalam doa.
  • Sebagai seorang anak, pengalaman-pengalaman menyedihkan atau menyakitkan mana yang kumiliki? Apa yang membuat pengalaman-pengalaman itu sungguh menyedihkan atau menyakitkan? Kembali ke pengalaman-pengalaman itu dan menghidupinya dalam doa.
  • Ketika masih kanak-kanak, siapa sajakah orang yang paling penting untukku? Bagaimana persisnya mereka itu menjadi penting bagiku?
  • Dengan melihat kembali masa kanak-kanak, manakah hal yang kuanggap sebagai berkat terbesar dalam hidupku itu? Mengapa aku beranggapan demikian?
  • Aspek apakah dalam masa kanak-kanak yang ingin kusyukuri? Mengapa?
  • Aspek apakah dalam masa kanak-kanak yang aku ingin bereskan atau perdamaikan dengan diriku saat ini? Mengapa?

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan poin-poin tadi: pengalaman yang paling membahagiakan, yang paling menyedihkan atau menyakitkan, orang-orang yang sangat penting, berkat terbesar sewaktu masih kanak-kanak, aspek kanak-kanak yang ingin kusyukuri dan ingin kusembuhkan; dialogkan hal itu dengan Kristus atau Bunda Maria.
Mohon berkat dan rahmat atas penyelenggaraan Allah itu semua dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.