Latihan Doa 12: Berdoa dengan Pengalaman Masa Kecil

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Injil Markus 10,13-16 (Berkat anak-anak)
– Surat kepada Jemaat di Galatia 4,1-7 (Kamu bukan lagi hamba melainkan anak Allah)
– Injil Matius 18,1-4 (Yang terbesar dalam Kerajaan)
– Surat kepada Jemaat di Roma 8,14-27 (Kita berseru Abba, Bapa)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat untuk mengingat dengan baik pengalaman-pengalaman masa kecilku dan memahami bahwa aku perlu mensyukuri dan berdamai dengan aspek-aspek tertentu masa laluku demi perkembangan rohani yang lebih besar dan kesembuhan dalam diriku.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Sewaktu kecil, seperti apakah hubunganku dengan ayahku? Seperti apa dengan ibuku? Saudaraku? Kerabat yang lain? Teman sekelas, satu sekolah? Dengan figur otoritas yang penting? Jelaskanlah relasiku dengan masing-masing orang itu sewaktu masih kecil.
  • Bagaimana hubungan penting di awal hidupku itu memengaruhiku saat itu? Apakah hal itu memengaruhi perkembangan pribadiku? Bagaimana relasi-relasiku itu memberi kontribusi pada jati diriku sekarang ini?
  • Hadapkan diri di hadirat Allah. Jika sudah siap, bayangkan diri sebagai seorang anak berusia lima sampai sepuluh tahun. Apa kiranya yang anak itu ingin katakan?
    Ambil waktu untuk membiarkan anak itu bicara dengan bebas.
  • Jika aku bisa bicara menanggapi anak itu, apa yang ingin kukatakan kepada anak itu?
    Ambillah waktu untuk bicara kepada anak itu, menyampaikan semua yang ingin kukatakan kepadanya
  • Aspek apa dari masa kanak-kanakku yang paling kusyukuri? Sebut dan jelaskanlah, lalu bersyukurlah kepada Allah atas hal-hal itu.
  • Aspek apakah dalam masa kanak-kanak yang aku rasa belum terselesaikan? Sebut dan jelaskanlah hal-hal itu, lalu haturkan kepada Allah untuk penyembuhan dan rekonsiliasi.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan poin-poin tadi: relasi dengan keluarga dan saudara pada masa kecil, aspek yang kusyukuri dan aspek yang masih perlu dibenahi; dialogkan hal itu dengan Kristus atau Bunda Maria.
Mohon berkat dan rahmat atas penyelenggaraan Allah itu semua dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s