Latihan Doa 13: Berdoa dengan Pengalaman Masa Kecil

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
– Kitab Hosea 11,1-9 (Ketika Israel masih kanak-kanak)
– Kitab Mazmur 89 (Aku takkan mengambil cintaku darinya)
– Injil Matius 11,25-30 (Engkau telah mewahyukannya melulu kepada anak kecil)
– Surat 2Korintus 1,3-11 (Bapa pengampun dan penghibur)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat untuk mengingat dengan baik pengalaman-pengalaman masa kecilku dan memahami bahwa aku perlu mensyukuri dan berdamai dengan aspek-aspek tertentu masa laluku demi perkembangan rohani yang lebih besar dan kesembuhan dalam diriku.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Lihatlah kembali tahun-tahun masa kecil, ingatan paling jauh yang bisa diingat sejak 0 tahun sampai menjelang 17 tahun!
  • Kalau saja bisa mengulang lagi masa itu, aspek apa yang ingin tetap kupertahankan untuk dihidupi lagi? Mengapa?
  • Hal-hal mana yang aku tidak ingin mengulanginya lagi? Mengapa? Ambillah waktu untuk penyembuhan dari aspek-aspek masa kecil dan minta kekuatan penyembuhan dari Allah.
  • Sewaktu kecil, apa sajakah kebutuhan dan perhatian terbesarku yang terpenuhi? Bagaimana perhatian dan kebutuhan itu bisa terpenuhi? Bagaimana hal-hal itu tak terpenuhi?
  • Sebagai orang dewasa saat ini, adakah perhatian dan kebutuhan yang mirip dengan perhatian dan kebutuhan masa kecil? Bagaimanakah perhatian dan kebutuhanku saat ini berakar pada perhatian dan kebutuhan pada masa kecil?(apakah ada unsur pemanjaan, misalnya, atau justru karena tak pernah terpenuhi?)
  • Dalam bentuk apa dan bagaimana perhatian dan kebutuhan waktu masih kecil itu muncul (kembali) sekarang ini?

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan poin-poin tadi dan mendialogkannya: perhatian dan kebutuhan masa kanak-kanak yang terhubung dengan perhatian dan kebutuhan sekarang ini; dialogkan hal itu dengan Kristus atau Bunda Maria.
Mohon berkat dan rahmat atas penyelenggaraan Allah itu semua dan tinggal dalam kebersamaan dengan Kristus tersalib atau Bunda Maria.
Tutup dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s