Latihan Doa 15: Kedosaan Manusia

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Yer 14,17-22 (Tuhan menangis atas kedosaan umat-Nya)
Yak 4,1-17 (Cinta pada kejahatan dunia adalah musuh Allah)
Yoh 8,31-47 (Siapapun yang tinggal dalam dosa, dia adalah budak dosa)
Mzm 90 (Kekekalan Tuhan dan kerapuhan manusia)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pemahaman yang mendalam mengenai dosa dalam diriku dan duniaku, muak akan dosa dan konsekuensi yang ditimbulkannya dan merasakan malu dan sedih karenanya.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Aku lihat kembali seluruh hidup, mengakui dengan rendah hati dan menyebut semua kelemahan dan dosaku.
  • Merasakan kesedihan dan penyesalan yang autentik atas dosa-dosa itu dan memohon kemurahan dan pengampunan Tuhan.
  • Sebisaku membayangkan naik ke surga bersama Bapa, Putera, dan Roh Kudus, lalu bersama-sama melihat ke bawah: bumi yang penuh dosa. Lihatlah perilaku orang membunuh orang lain, mencuri, berbohong, penuh kekerasan, destruksi, kerakusan, nafsu, kesombongan, kemiskinan dan materialisme.
    Ambillah waktu untuk sekadar merasakan (bahkan mungkin menangis) bersama Allah Tritunggal karena tadinya mereka menciptakan dunia, yang penuh dosa ini, dalam cinta.
  • Surat Yakobus 4:10 berbunyi,”Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan engkau.”
    Dengan menempatkan semua dosaku dan dosa dunia, ambillah waktu untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan poin-poin tadi dan mendialogkannya: dosa-dosaku dan dosa dunia beserta konsekuensinya; dialogkan hal itu dengan Kristus atau Bunda Maria.
Mohon berkat dan rahmat pengampunan yang tulus dan penyembuhan dari Allah. Akhiri dengan rasa syukur yang tulus, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

2 replies