Latihan Doa 16: Dosa Sosial

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Yeh 34,1-16 (Perumpamaan tentang gembala)
Rom 1,18-32 (Kemanusiaan penuh dosa tanpa Kristus)
2Sam 11,1-17 (Dosa Daud)
Mzm 37 (Nasib pendosa)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat penerangan supaya bisa melihat bahwa doa tak pernah hanya bersifat ‘privat’ (urusan pendosa dan Tuhannya), tetapi selalu punya dimensi sosial atau kolektif yang mencederai bukan hanya pendosa melainkan juga banyak orang lain dalam komunitas yang lebih luas.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Apakah aku punya pengalaman mengenai dosa sosial ini? Apakah aku mengakui fakta bahwa memang ada struktur kedosaan dalam dunia sekarang ini yang memelihara situasi jahat dan dosa dan akibatnya melukai banyak orang lain?
  • Secara khusus struktur dosa macam apa yang kulihat di dunia kerjaku dan dalam masyarakat pada umumnya? Sebutkanlah nama struktur dosa itu dan jelaskanlah.
  • Apakah aku menjadi bagian struktur kedosaan yang memberi kontribusi, entah langsung atau tidak, pada cara-cara jahat dan korupnya? Jika ya, ambillah waktu untuk menamai dan menjelaskannya.
  • Bagaimana persisnya struktur-struktur kedosaan itu meluka dan mengorbankan sesama, khususnya mereka yang miskin dalam masyarakat?
  • Dari Kitab Yehezkiel 34,1-16 bisa kutanyakan siapa dalam masyarakat saat ini yang bersalah karena “menggembalakan dirinya sendiri”? Mengapa?
  • Menurutku siapa domba-domba yang tak bergembala dalam masyarakat sekarang ini, yang adalah korban dari dosa sosial dan yang membutuhkan tuntunan ke padang yang lebih hijau dan subur?
  • Anak-anak jalanan, para pengungsi, korban perang dan terorisme, prostitusi, pengangguran, mereka yang tak berpendidikan, kaum papa miskin; mereka semua hanyalah sebagian dari korban dosa sosial.
    Bayangkanlah orang-orang itu di hadapanku dalam doa dan ambil waktu untuk mengamati secara lebih dekat wajah mereka, masuk dalam dunia mereka dan merasakan penderitaan dan sakit yang mereka derita.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan poin-poin tadi dan mendialogkannya: struktur dosa dan konsekuensi sosial dan korban-korbannya; dialogkan hal itu dengan Kristus atau Bunda Maria.
Percayakanlah orang-orang yang menjadi korban dosa sosial dan mohonkan penyembuhan dan penghiburan bagi mereka.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.