Menyenangkan Siapa…

Kata seorang sohib: aku tidak tahu resep kesuksesan, tetapi sekarang aku tahu persis rumus kegagalan, yaitu senangkanlah setiap orang! Saya kira rumus yang ditemukannya itu tepat.  Orang bisa mengusulkan aneka cara untuk meraih kesuksesan, tetapi barangkali memang hanya ada satu cara untuk gagal dalam hidup ini, yaitu menyenangkan setiap orang.

Santo Paulus cerdik sekali memanfaatkan pertentangan politis antara kelompok-kelompok religius bangsa Yahudi. Ia menyenangkan orang Farisi, dan dengan demikian menimbulkan ketidaksukaan kelompok Saduki. Jelas bahwa menyenangkan setiap orang mengandung risiko besar perpecahan karena kesenangan orang adalah soal selera, dan selera lebih menyangkut soal inderawi dan de gustibus non disputandum est (tentang selera gak bisa diperdebatkan). Kamu suka keju, aku suka singkong. Tak perlu dijelaskan secara ilmiah bahwa kamu tidak suka singkong!

Santo Bonifasius, konon menebang pohon keramat yang pastinya tidak menyenangkan orang-orang yang punya kepercayaan animistik, tetapi lambat laun memandu orang untuk melihat apa yang sesungguhnya menyenangkan Allah: kesatuan dalam Roh, yaitu hati dan budi (yang tidak otomatis berarti keseragaman, bahkan mungkin malah bertentangan dengan keseragaman!).

oneKesatuan yang disodorkan Kristus adalah kesatuan hati dan budi untuk menyenangkan Allah. Tidak ada risiko dalam menyenangkan Allah karena pada-Nya kesenangan dan kebaikan itu sama. Yang bikin runyam, orang lebih condong menyenangkan orang lain (abs: asal buapak suenang): atasannya, pembinanya, pastornya, uskupnya, ketua komisinya (yang lebih kelihatan hasilnya segera) daripada menyenangkan Allah (bonum commune yang memerlukan waktu sepanjang segala abad)!

Lha orang-orang seperti ini tidak beda dari serigala berbulu domba, dan korbannya adalah orang-orang yang tak terdidik mata hatinya. Celakanya, jangan-jangan sebagian besar orang saat ini mata hatinya kurang terdidik. Oh tidak, semoga lebih besar lagi yang terdidik dan tak mau dikelabui oleh pencitraan busuk!


KAMIS PASKA  VII
Peringatan Wajib St. Bonifasius
5 Juni 2014

Kis 22,30. 23,6-11
Yoh 17,20-26

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s