Latihan Doa 17: Penyembuhan dan Pengampunan

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Ul 30,1-10 (Belas kasihan bagi orang yang bertobat)
Luk 15,11-31 (Perumpamaan tentang anak yang hilang)
Mrk 2,1-12 (Penyembuhan orang lumpuh)
Mzm 57 (Doa untuk pembebasan)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Membaca perlahan-lahan dengan penuh perhatian bahan yang telah ditentukan sebagai bahan doa.
  • Memejamkan mata (atau juga kalau sudah terbiasa dan terlatih fokus dengan pandangan pada satu titik di depan) dan membayangkan dalam mata batin setting yang digambarkan dalam teks bahan doa.

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat kerendahan hati dan kesedihan yang sungguh karena dosa-dosaku sehingga aku bisa kembali kepada Allah dan berdamai dengan-Nya, dengan sesama dan dengan diriku sendiri.

Merenungkan pokok-pokok reflektif:

  • Hadirkan diri di hadapan Allah dan dengar Dia berkata berulang-ulang,”Kembalilah pada-Ku!”
  • Sekarang ini, adakah hal yang menghalang-halangi diriku untuk kembali kepada Allah (kesombongan, hati yang keras, egosentrisme, ketakutan, keterikatan, kelekatan)? Sebutkan dan jelaskanlah hal-hal itu!
  • Sampaikanlah kepada Tuhan apapun yang menghambatku untuk kembali kepada-Nya dan mohon belas kasih dan pengampunan-Nya yang menyembuhkan!
  • Saat ini, apakah aku perlu mengampuni seseorang dalam hidupku?
    Apakah aku perlu menerima pengampunan dari orang lain?
    Apakah aku perlu mengampuni diriku sendiri?
    Jelaskanlah hal-hal tersebut. Mohon rahmat kerendahan hati dan keberanian dan beranjak dari keterbelengguanku untuk mengampuni (dan mencari pengampunan) dari hati.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan poin-poin tadi dan mendialogkannya: pengampunan dan penyembuhan; mohon rahmatnya supaya aku dimampukan untuk mengampuni dan menerima pengampunan orang lain.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s