Latihan Doa 20: Mengampuni mereka yang telah melukai kita

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mat 18,21-35 (Mengampuni dari hati)
1Kor 13,1-13 (Cinta tidak rempong dengan hal-hal yang hanya mencederai diri)
Yoh 8,1-11 (Perempuan yang tertangkap berzinah)
Luk 6,27-36 (Hendaklah kamu berbelas kasih seperti Bapamu)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat kelembutan roh dan belas kasih yang tulus supaya bisa belajar mengampuni dari kedalaman hatiku mereka yang telah melukai aku dan tidak terus menerus berkubang dalam kepahitan hidup dan kesombongan.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Hadirkan diri di hadapan Tuhan. Jika sudah siap, imajinasikanlah di hadapanku sosok pribadi yang sudah melukai aku.
  • Jika mungkin, bicaralah pada pribadi tersebut; sampaikanlah apa yang dulu selalu ingin kukatakan kepadanya. Ambil waktu untuk secara jujur dan terbuka mengungkapkan lukaku, kemarahanku, bahkan kemarahan terhadap pribadi itu.
  • Begitu luka, kemarahan muncul, fokuslah pada setiap perasaan itu dan tinggallah dalam perasaan itu sebisaku, tak perlu buru-buru menyudahinya.
  • Setelah itu, biarkan pribadi itu menanggapi apa yang kusampaikan. Ambil waktu untuk mendengarkan apa yang dikatakannya.
  • Setelah itu, tanggapi lagi apa yang sudah disampaikan oleh pribadi tadi.
  • Jika sudah siap, aku beranjak untuk menutup keadaan itu dengan secara eksplisit mengampuni pribadi itu dari kedalaman hati dan dengan memercayakannya kepada kasih Tuhan sendiri.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan hal-hal tadi dan mendialogkannya: perasaan terluka, marah dan kesulitan untuk mengampuni dari kedalaman hati; mohon rahmat mampu mengampuni secara tulus dari hati.
Mohon berkat
Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s