Latihan Doa 21: Memulai Lagi

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mzm 27 (Memercayakan diri kepada Tuhan)
Yoh 16,19-33 (Kesedihanmu akan menjadi kegembiraan)
Fil 4,4-9 (Tuhan itu dekat…buanglah segala kecemasan)
Luk 7,36-50 (Wanita pendosa memulai lagi hidupnya)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat sebuah hati yang berani dan roh yang kokoh untu mengambil serpihan-serpihan hidupku dan memulainya lagi, karena sungguh sadar bahwa Engkau selalu bersamaku dan tak ada duka dan luka yang awet sepanjang masa.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Sekarang ini, ketakutan-ketakutan besar apakah yang kumiliki? Apa yang kiranya bisa menjadi skenario terburuk dengan ‘cobaan’/siksaan yang kumiliki saat ini? Sebutlah dan klarifikasi.
  • Bertahanlah di hadapan Tuhan dan sampaikan kepada-Nya semua hal mengenai ketakutan (ter)besarku dan kemungkinan skenario terburuknya. Akhirnya, dengan kasih, percayakanlah semuanya itu kepada Allah sendiri.
  • Doakanlah Mazmur 27.
    Apakah pernah terjadi padaku saat sungguh jatuh dan bahkan tanpa harapan, tetapi setelah beberapa saat, dengan rahmat dan keberanian yang cukup, aku mampu berdiri dan memulai kembali hal yang baru? Dari manakah kudapatkan dukungan dan keberanian?
    Kembalilah ke pengalaman itu dan hidupi kembali dalam doa.
  • Saat ini, sumber kekuatan dan dukungan rohani manakah yang bisa membantuku untuk bangkit dan memulai kembali hidupku? Buatlah daftar dan klarifikasilah kenyataan-kenyataan yang bisa menjadi sumber kekuatan rohani yang sejati dan sumber dukungan bagiku. Ambil waktu untuk menyampaikan dan mendiskusikannya dengan Tuhan.
  • Berkat (ter)besar apakah yang kumiliki saat ini?
    Manakah hal yang paling kusyukuri saat ini?
    Perhatikanlah berkat-berkat itu dan syukurilah masing-masing dengan menimba kekuatan darinya.
  • Dr. Victor Frankl mengalami aneka derita dalam kamp kematian penjara Nazi. Ia kehilangan segala-galanya: keluarga, kepemilikan, harga diri. Yang membuatnya survive dari siksaan beratnya ialah sikap batin yang diyakininya. Sekeluarnya dari kamp, ia menyatakan: kebebasan manusiawi terakhir kita ialah untuk memilih sikap batin dalam segala situasi yang terberi, yang tidak kita rekayasa.
  • Mohonlah kepada Tuhan supaya diberi rahmat untuk memilih sikap batin yang lebih positif dan penuh harapan terhadap hidup betapapun saat ini ada aneka kesulitan dan pergumulan.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan hal-hal tadi dan mendialogkannya: ketakutan terbesar, skenario terburuk, keberanian dan dukungan untuk bangkit, sikap batin yang lebih positif dan penuh harapan.
Mohon berkat
Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s