Bukan Modus: Son of Encouragement…

Hari ini Gereja Katolik memperingati Santo Barnabas. Ia bukan sosok yang dijadikan bahan pergunjingan mengenai tulisan injil Barnabas. Ia bukan salah satu dari kedua belas rasul yang dipilih Yesus. Menurut tradisi (Santo Klemens dari Aleksandria dan sejarawan Eusabius) ia adalah salah satu dari ketujuh puluh murid yang diutus Yesus yang sebagian kisahnya dibacakan pada hari ini (Luk 10). Dalam Kisah Para Rasul ia digambarkan sebagai orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman (Kis 11:24). Padanya tampak buah-buah Roh sebagaimana dipaparkan dalam Surat Paulus kepada jemaat di Galatia (5:22-23).

Tampaknya nama Barnabas adalah nama yang disematkan oleh para rasul kepada seorang Lewi dari Siprus yang aslinya bernama Yusuf (Kis 4:36). Kenapa? Rupanya para rasul melihat dia sebagai pribadi yang memberikan penghiburan atau penguatan bagi orang lain. Pada saat para murid masih merasa ngeri terhadap sosok Saulus, Barnabaslah yang berani menerimanya dan mempertemukannya dengan para rasul (Kis 9:26-27). Berkat keberanian Barnabas itu Paulus memiliki link yang kuat dengan para rasul dan pewartaan mereka sungguh membuahkan hasil gemilang. Dia menjual harta miliknya demi menyokong kebutuhan Gereja Yerusalem pada masa itu. Lha ini: apakah kalau orang menyumbangkan harta miliknya untuk kepentingan Gereja, lantas ia punya jaminan surgawi?

gratitude-3-tpl-bkgd

Tidak gampang menanggapinya. Dalam Gereja bisa muncul gerakan atau kelompok baru yang tidak bisa dinilai begitu saja sebagai buah Roh, dan justru bisa berdampak pada perpecahan. Tindakan menjual harta milik untuk dipersembahkan kepada Gereja juga dilakukan oleh Ananias dan Safira (Kis 5). Mereka menjadi donatur, benefactor bagi Gereja. Akan tetapi, yang membedakan Barnabas dan suami istri Ananias-Safira ialah bahwa Santo Barnabas tidak mengenal modus alias modal dusta. Ananias-Safira melanggar prinsip gratitude: sumbangan mereka tidak berangkat dari hati yang penuh syukur, hati yang memandang hidup sebagai hadiah gratis dari Allah sendiri dan konsekuensinya mengundang orang untuk tulus membagikan rahmat cuma-cuma itu. Inilah ide di balik larangan dan perintah Yesus kepada 70 muridnya: hidup ini gratis dan karena itu andalkanlah Tuhan yang memberikannya secara gratis.


PERINGATAN WAJIB ST. BARNABAS
(Rabu Biasa X)
11 Juni 2014

Kis 11,21b-26;13,1-3
Mat 10,7-13

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s