Latihan Doa 23: Kesepian/Depresi

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mzm 105 (Kesetiaan Tuhan pada janji-Nya)
Luk 1,39-56 (Kidung pujian Maria)
Yes 41,8-16 (Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku)
Luk 12,22-34 (Ketergantungan kepada Tuhan)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat ketegaran dan daya tahan penuh kesabaran supaya tidak dihantui oleh kesepian (atau depresi) saat ini dan belajar memahami bahwa Tuhan sendiri sudah cukup bagiku.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Hadirkan diri di hadapan Allah dan sampaikan kepada-Nya semua hal mengenai kesepianku atau depresiku.
  • Lengkapilah kalimat berikut sebisaku dengan sebanyak mungkin cara: Tuhanku yang baik, sekarang ini aku merasa begitu kesepian (atau tertekan) karena……
  • Lihatlah setiap pernyataan dalam doa dan kembali ke pernyataan itu jika diperlukan. Biarkanlah perasaan kesepian atau depresi itu muncul dan setelah muncul, berdiamlah dengan perasaan itu dalam doa hening.
  • Lihat hidupku dan tanyakanlah:
    Momen-momen apa dalam hidupku yang paling membuat sepi dan depresi?
    Apa yang membuat momen-momen itu menyebabkan rasa sepi atau depresi?
    Apa yang membuatku bertahan dan keluar dari situasi itu sampai akhir?
  • Adakah perasaan-perasaan lain sekarang ini yang menyertai rasa kesepian atau depresi itu (rasa kehilangan, terabaikan, terkhianati, marah, terluka, hilang harapan, mengasihani diri sendiri, dll)?
    Rumuskan perasaan itu dan klarifikasi.
  • Santa Teresa dari Avila pada suatu tahap hidupnya juga merasakan sedemikian kesepian dan depresi dalam hidupnya. Meskipun demikian, pada akhirnya, ia menyadari bahwa hanya Tuhanlah yang membuatnya kecukupan. Daraskanlah doanya dengan hati dan timbalah kekuatan darinya:
    Jangan biarkan apapun mengganggumu. Jangan biarkan apapun menakutimu. Semuanya berlalu. Tuhan tak pernah berubah. Daya tahan penuh kesabaran akan memperoleh semuanya. Mereka yang menjadi milik Tuhan tidak menginginkan apa-apa. Tuhan sendiri, Dia sendiri sudah cukup. Amin.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan hal-hal tadi dan mendialogkannya: perasaan-perasaan dominan, khususnya kesepian dan depresi.
Mohon berkat
dan rahmat penyembuhan Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s