Pemimpin yang Bekerja

Murid manakah yang dipanggil untuk mengikuti Nabi Isa pada saat dia sedang berdoa atau beribadat? Seingat saya, tidak ada. Para murid dipilih Nabi Isa pada saat mereka sekurang-kurangnya ada dalam ‘jam kerja’. Panggilan ini mengubah objek pencarian para muridnya: dari menjala ikan ke arah menjala manusia, dari mengumpulkan pajak ke arah mengumpulkan umat Allah. Dengan kata lain, kerja para rasul diberi makna baru oleh perjumpaan dengan Nabi Isa.

Nabi Elisa pun mendapat panggilan kenabian ketika ia sedang membajak. Ini adalah sebuah panggilan tak terduga yang mengejutkan. Elia mendapati Elisa bukan di kelas calon nabi seperti sekolahnya Harry Potter. Elisa dipanggil ketika ia berada di lapangan sedang mengolah tanah. Apa reaksi Elisa? Ia minta waktu sebentar; bukan untuk menunda-nunda dan siapa tahu bisa membatalkannya (bdk. Luk 9:61), melainkan demi sopan santun untuk menghormati orang tuanya dan malah membagi-bagikan properti yang dia punya kepada sesama. Elia pun memberi kesempatan: panggilan tidak bersifat memaksa. Orang yang terpanggil sebagai pemimpin mengambil tanggung jawabnya sendiri.

Oleh karena itu, (calon) pemimpin yang baik tidak melempar tanggung jawab, tidak mencari kambing hitam, bahkan sekalipun ia melakukan sesuatu atas mandat atau perintah orang lain! Seorang pemimpin tahu betul kewenangan dan kemampuannya untuk menjalankan suatu tugas atau pekerjaan sehingga ia tidak gampang bersumpah atas apapun di luar kewenangannya. Sumpah macam itu hanya akan mencoreng mukanya sendiri karena sangat mungkin ia melakukan sesuatu di luar kewenangan dan kemampuannya. Hasilnya tentu saja nol, tetapi kemudian ia berkelit dengan menyodorkan tameng scapegoat: atasannya, pembesarnya, tuntutan orang lain, dan sebagainya. Ini jelas bukan karakter pemimpin.

Berkelit, apalagi dengan kelitan yang bertele-tele mengenai hal-hal yang tidak substansial, adalah salah satu cara kerja roh jahat.  


SABTU BIASA X
14 Juni 2014

1Raj 19,19-21
Mat 5,33-37

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s