Jangan Memilih Jokowi karena Kill the DJ

Ikut senang bahwa kaum muda mau mempertimbangkan aspek sejarah bangsa ini. Generasi yang tahu rasa terima kasih sudah sepantasnya sadar diri bahwa aneka kemudahan saat ini terjadi tidak dengan modal sulap; ada banyak pihak yang menjadi korban dan dikorbankan. Tentu tak perlu membalas nyawa dengan nyawa, tetapi juga rantai kekerasan mestilah dihentikan. Thanks to Kill the DJ.

Kill the Blog

REVOLUSI MENTAL!

Akhir-akhir ini banyak pertanyaan dari penggemar melalui twitter dan facebook, “kenapa mendukung Jokowi?”. Sebagian juga kecewa karena aku dianggap menjadi tim sukses Jokowi, apalagi dengan membuat lagu khusus “Bersatu Padu Pilih No.2”. Kebanyakan penggemar berharap bahwa sebagai musisi atau seniman, seharusnya aku netral. Tentu saja sebagian besar penggemar itu juga  “sedulur dan bregada” dari Jogja Hip Hop Foundation yang telah menemani kami dari panggung ke panggung. Melalui tulisan ini, aku ingin menyapa kalian semua dan menjelaskan alasan-alasan dengan bahasa yang paling sederhana agar kalian bisa memahami. Sebab tidak mungkin aku menjawab pertanyaan satu per satu.

Bagi kalian yang berumur 30 tahun ke bawah, tentu tidak pernah benar-benar mengerti arti dari kebebasan berekspresi dan berpendapat, karena tidak merasakan susahnya jaman orde baru. Di jaman orde baru, kebebasan berekspresi dan berpendapat dikekang, jika kalian mengkritik negara atau pejabat, maka kalian akan dianggap subversif (pemberontak). Bahkan, jika kamu menjadi bagian dari aktivis yang memperjuangkan…

View original post 727 more words

Categories: Personal Notes

Tagged as: , ,