Latihan Doa 24: Hidup pribadi nan penuh berkat

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mat 20,20-28 (Dipanggil untuk melayani)
Yer 1,4-10 (Panggilan Yeremia)
Yoh 1,35-51 (Datang dan lihatlah)
Yes 58,1-14 (Berbagilah makan dengan mereka yang lapar)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat keluhuran hati supaya mampu mengatakan “ya” tak henti-hentinya kepada Allah karena tahu bahwa Ia adalah Allah yang mengundangku secara personal kepada cara hidup untuk melayani sesama.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Dokumen Konsili Vatikan II yang namanya Lumen Gentium (Terang Para Bangsa) punya kata kunci: panggilan universal kepada kesucian. Dengan itu, Konsili Vatikan II menegaskan bahwa panggilan Allah tidak dibatasi oleh jabatan uskup, imam atau hidup religius, tetapi meluas kepada seluruh umat beriman.
    Seperti apakah Tuhanku? Apakah Tuhanku ini sosok Allah yang memanggilku atau sosok yang tak jelas?
    Apakah Ia memanggilku kepada cara hidup khusus sehingga aku bisa melayani Dia dan sesama?
  • Pernahkah dalam hidupku aku ‘keluar jalan’ untuk membantu dan melayani sesama? Seperti apakah pengalaman membantu dan melayani sesama itu?
    Kembalilah ke pengalaman itu dan menikmatinya dalam suasana doa, bukan melamun (he he he).
  • Apakah nilai-nilai yang kuanggap penting saat ini? Sebut dan klarifikasi seturut skala kepentingannya.
  • Bagaimana skala nilai itu jika dibandingkan dengan skala nilai Kristus sendiri (misalnya kehendak Bapa, Kerajaan Allah, doa, kemiskinan, kesederhanaan, kerendahan hati, compassion,cinta, pelayanan, pengampunan, lepas bebas, dan sebagainya)?
    Apakah skala nilaiku mirip atau sangat berbeda dari skala nilai Kristus?
  • Orang sering omong mengenai pernyataan visi misi, deklarasi singkat mengenai tujuan dan prinsip dasar seseorang atau sekelompok orang. Kalau aku mesti menuliskan visi misi pribadiku, seperti apakah itu kiranya? Ambillah waktu untuk mengklarifikasi, menjelaskannya secara eksplisit dalam suasana doa.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib dan dengan jujur bertanya pada diri sendiri:
apa yang sudah kuperbuat untuk Kristus?
apa yang sedang kulakukan bagi Kristus?
apa yang akan kulakukan untuk Kristus?
Dialogkanlah hal itu dengan-Nya: skala prioritas nilai, gambaranku mengenai Tuhan, apa yang sudah, sedang, dan akan kulakukan untuk Kristus.
Mohon berkat
Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s