Setan dalam babi

Apapun agamanya, setiap umat beriman diundang oleh kutipan Kitab Amos ini untuk mawas diri terhadap praktik ibadatnya. Ibadat seharusnya bukan alasan untuk menghindarkan diri dari kewajiban praktis sehari-hari, apalagi yang berkaitan dengan keadilan dan cinta persaudaraan. Tentulah aneh beribadah puasa tetapi sibuk memfitnah orang lain dalam kampanye dan sewajarnya hati orang memberontak jika untuk beribadat massal ia memeras orang (miskin).

Dalam spiritualitas kristiani, pemecahan roti dalam Ekaristi memuat mandat supaya umat beriman membagikan hidup, rasa keadilan dan hormat kepada dunia dan sesama. Jika Ekaristi itu tak mengetuk orang untuk merasakan kebutuhan akan persaudaraan, kiranya perayaan Ekaristi itu menjadi perayaan yang menyesatkan dan kesesatan itu semakin menjauhkan orang dari persaudaraan dengan Kristus sendiri.

Kisah dalam bacaan Injil menunjukkan kesesatan itu: setan-setan itu memilih untuk tidak bersekutu dengan Kristus yang punya kuasa bahkan atas diri mereka. Seturut permintaan mereka, masuklah setan-setan itu dalam kawanan babi yang kemudian terjun ke jurang, jatuh dalam air, dan mati deh di sana! Warga di daerah yang dikunjungi Yesus itu rupanya bermental mirip dengan setan tadi. Mereka menjaga jarak dengan Yesus dan memintanya untuk meninggalkan wilayah mereka.

Yang menarik, barangkali di antara orang-orang itu ada beberapa yang seperti setan-setan itu mengakui kekuasaan Kristus, melihat kekuatan-Nya, dan bahkan menyebut-Nya Anak Allah, tetapi keukeuh bahwa mereka tak ada urusannya dengan Anak Allah itu.

So, bisa jadi mulut dan bahasa tubuh orang menyatakan puja-puji kepada Kristus haleluia, tetapi hatinya berjarak, gak ada urusan! Orang bisa saja rajin berdoa tetapi dalam doanya ia tak pernah membiarkan Kristus masuk; ia tak ingin hidden agendanya terbongkar. Bahkan, mungkin saja orang bersusah payah jadi pastor atau religius tetapi hidupnya tidak berurusan dengan Kristus! Ia akrab dengan roh babi-babi: makan-tidur makan-tidur; yang penting aku senang, bodo’ amat dengan berbagi rezeki, cita-cita kesejahteraan umum, atau kerja keras!

lazy

RABU BIASA XIII A

Am 5, 14-15.21-24
Mat 8, 28-34

1 reply