You Need Love

Ada klip lagu pop jadul (1985) di Youtube yang menyajikan lagu tentang Maria Magdalena, yang hari ini diperingati oleh Gereja Katolik. (I’ll never be) Maria Magdalena dinyanyikan oleh Sandra dan menjadi hit di Eropa pada masanya.

Tak ada orang mencari Tuhan tanpa cinta. Maka dari itu, tak mungkin pencari Tuhan menjumpai-Nya di luar cinta. Tanpa cinta, orang tak sedang mencari Tuhan: ia sedang mencari kuasa, lewat agama dan aneka atributnya.

Tak ada pula orang mencari keutuhan cinta tanpa Tuhan. Karena itu, tak mungkin pencari cinta mendapatinya di luar Tuhan. Tanpa Tuhan, orang tak sedang mencari cinta: ia sedang mencari kuasa, lewat seks dan aneka salurannya.

Mengapa begitu? Alasannya sederhana: Tuhan adalah Cinta.

Maria Magdalena adalah simbol pencari Tuhan yang mengais-ngais kepenuhan cinta melalui pertobatan yang radikal. Untuk survival di tengah kerasnya hidup, dalam tegangan perebutan kekuasaan, seperti banyak orang lainnya, ia lebih suka gratifikasi fisik atau psikis yang langsung terasa indera: kenikmatan seksual, kemudahan pencarian nafkah, kemudahan mendapat jabatan, dan sebagainya.

Rupanya Maria Magdalena mampu memaknai hidup yang lebih dari sekadar survival setelah berjumpa dengan Kristus. Kristus adalah sosok yang sejak lama dicarinya. Akan tetapi, sosok itu tak tergenggam selamanya dengan cara yang sudah-sudah: Kristus pun pada saatnya pergi. Kehilangan sosok seperti ini membawa kegalauan yang luar biasa. Ini tergambarkan dalam bacaan pertama hari ini: ia mencari ke sana kemari, tetapi tak seorang pun bisa membantu untuk menemukan kembali Cintanya.

Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku (Kid 3,4). Justru saat meninggalkan aneka hal yang dianggap identik dengan cinta (ranjang, jalanan tempat show up bahwa seseorang punya pasangan, kehidupan malam yang menghibur), orang mendapati jantung hatinya.

Bacaan Injil tidak bicara mengenai tempat pencarian meskipun ada hubungannya juga. Maria mencari Kristus di tempat orang mati karena caranya memahami misteri Kristus masih kental dengan pola pikir inderawi belaka: orang mati ya jenasahnya di kuburan to. Ia belum begitu ngeh bahwa Kristus sungguh bangkit setelah kematian-Nya. Maka dari itu, begitu mengalami klik dalam iman, Maria mengenali Kristus yang bangkit.

Meskipun demikian, Kristus justru melarang Maria untuk menyentuh-Nya (noli me tangere). Kristus menanting Maria untuk tetap bertekun dalam iman, yang mengatasi Long Distance Relationship. Kristus hadir sekaligus absen. Ia absen secara fisik, tetapi kehadirannya bisa ditangkap oleh iman. Itulah Cinta yang dibutuhkan Maria Magdalena, yang sebenarnya dicari oleh setiap orang, yang mengatasi aneka kesusahan inderawi.


PERINGATAN WAJIB ST. MARIA MAGDALENA
(Selasa Biasa XVI)
22 Juli 2014

Kid 3,1-4
Yoh 20,1.11-18

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s