Latihan Doa 35: Kelahiran Kristus

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Luk 2,1-21 (Kelahiran Yesus)
Mat 1,18-25 (Allah adalah Emmanuel — Tuhan beserta kita)
Mat 2,1-23 (Kisah Tiga Raja)
Yes 9,1-6 (Raja damai)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pengetahuan batin yang mendalam akan pribadi-Mu, nilai-nilai injili-Mu dan khususnya cara-Mu mencinta supaya aku semakin jatuh cinta pada-Mu, mengikuti-Mu dan mencinta sebagaimana Engkau mencinta.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Kontemplasikanlah kelahiran Tuhan kita:
    Imajinasikanlah Betlehem dan masuk dalam suasana doa pada adegan-adegan Injil; menghidupi tempat dan orang-orang yang ada di sana, khususnya Maria dan Yusuf.
    Apakah yang kulihat? Apa saja yang kudengar? Kucium? Kusentuh? Mungkin juga kucecapi?
    Luangkan waktu untuk masuk dalam detil kelahiran Tuhan dan perlahan-lahan pada akhirnya memfokuskan perhatian pada-Nya dan menatap penuh kasih wajah-Nya.
    Kualitas dan nilai apakah yang kulihat ada pada Tuhan saat aku menimang atau menyentuh Yesus dalam palungan bersama Maria dan Yusuf (misalnya kerendahan hati, ketaatan, kemurahan hati)?
  • Setelah mengklarifikasi kualitas-kualitas dan nilai-nilai Tuhan, ambillah waktu untuk memohon kualitas dan nilai serupa bagi diriku.
  • Biarkanlah diriku mengalami banyak kekaguman saat mengkontemplasikan misteri inkarnasi — Sang Sabda yang begitu kaya tak terbatas memilih menjadi pribadi manusia nan rapuh demi diriku, masuk dalam dunia yang rusak dan penuh dosa.
  • Nama Tuhan kita ialah Emmanuel (Tuhan beserta kita).
    Momen-momen mana sajakah yang kurasakan paling dekat dengan Tuhan, saat mengalami kehadiran-Nya dan saat merasakan bahwa Ia sungguh di sana bagiku?
    Kembalilah ke momen-momen itu dan hidupi kembali dalam doa.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan bayi Yesus dan mendialogkan pokok-pokok tersebut di atas. Berterima kasihlah atas misteri inkarnasi dan atas pilihan-Nya untuk menjadi pribadi manusia sepertiku: merasakan kelemahan-kelemahan kita,… sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. (Ibr 4:15b).
Mohon berkat
Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s