Latihan Doa 36: Hidup Kristus yang tersembunyi

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Luk 2,22-40 (Yesus dipersembahkan di Bait Allah)
Luk 2,41-52 (Yesus ditemukan di Bait Allah)
Mat 11,25-30 (Allah menyatakan kebijaksanaan-Nya kepada orang sederhana)
Sir 1,1-18 (Segala kebijaksanaan berasal dari Tuhan)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

yesus kecilTuhan Yesus, aku mohon rahmat pengetahuan batin yang mendalam akan pribadi-Mu, nilai-nilai injili-Mu dan khususnya cara-Mu mencinta supaya aku semakin jatuh cinta pada-Mu, mengikuti-Mu dan mencinta sebagaimana Engkau mencinta.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Kontemplasikanlah hidup tersembunyi Tuhan kita:
    Imajinasikanlah Nazareth (atau Yerusalem dalam kisah persembahan dan penemuan kembali Yesus di Bait Allah) dan masuk dalam suasana doa, dalam adegan-adegan Injil, dengan mempertimbangkan tempat dan orang-orang yang ada di sana.
    Apakah yang kulihat? Apa saja yang kudengar? Kucium? Kusentuh? Mungkin juga kucecapi?
    Luangkan waktu untuk masuk dalam detil kelahiran Tuhan dan perlahan-lahan pada akhirnya memfokuskan perhatian pada-Nya dan menatap penuh kasih wajah-Nya.
    Kualitas dan nilai apakah yang menyentuhku saat aku bersama Yesus yang masih kanak-kanak di rumah, bersama Maria dan Yusuf (misalnya kesederhanaan, kebijaksanaan, penghargaan pada nilai-nilai keluarga, kepatuhan)?
  • Setelah mengklarifikasi kualitas-kualitas dan nilai-nilai Tuhan, ambillah waktu untuk memohon kualitas dan nilai serupa bagi diriku.
  • Biarkanlah diriku mengalami banyak kekaguman dan hormat saat mengkontemplasikan misteri hidup tersembunyi Yesus — Putera Allah yang kebijaksanaannya tak terbatas, tetapi membiarkan diri dibimbing dan diajar oleh Maria dan Yusuf.
  • Paulus memberitahu kita bahwa kadang kita perlu menjadi seorang yang bodoh untuk sungguh jadi berhikmat (1Kor 3,18-23). Kapankah dalam pengalaman hidup ini aku merasa menjadi bodoh di mata dunia, tetapi bijak di mata Tuhan?
    Kembalilah ke momen-momen itu dan hidupi kembali dalam doa.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan kanak-kanak Yesus dan mendialogkan pokok-pokok tersebut di atas. Berterima kasihlah atas pengajarannya tentang kebijaksanaan Allah.
Mohon berkat
Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s