Siapa pegang kunci surga?

Konon Yesus meminta feedback dari para rasul mengenai identitasnya, dan umumnya mereka memberi masukan dengan perbandingan: Yesus ini mirip-mirip dengan Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia dan nabi-nabi lainnya. Tentu itu adalah pengenalan superfisial. Pengenalan mendalam direpresentasikan oleh Simon Petrus ketika ia menjawab: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup! Setelah itu Yesus berkomentar: Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Rupanya menurut Yesus, pengenalan mendalam itu datangnya dari ‘atas’ dan pengenalan macam ini membahagiakan. Ini digarisbawahi Paulus yang bicara soal pengetahuan akan (pikiran) Allah: segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Pengenalan superfisial datang dari ‘darah dan daging’ (yang diterjemahkan sebagai ‘manusia’): apa yang terlihat, terdengar, teraba, tercium… maka orang banyak hanya bisa berkomentar: kok mirip nabi-nabi. Mungkin Herodes bahkan terokupasi oleh kekhawatirannya bahwa Yesus ini Yohanes yang bangkit, yang dulu dipenggalnya. Para rasul sebenarnya juga tinggal dalam pengenalan superfisial akan Kristus melalui kedekatan fisik mereka dengan Yesus, tetapi mereka beruntung karena Allah mewahyukan pengetahuan kepada mereka sehingga Petrus pun bisa menyebutnya sebagai Mesias (meskipun dari waktu ke waktu, paham Mesias itu terus menerus dikoreksi oleh Yesus). 

Yesus terlihat happy dengan pengakuan Petrus itu dan kemudian muncul perkataan yang sejak kecil membingungkan saya: yang menentukan orang masuk surga itu Tuhan, tapi kok kuncinya dikasihkan ke Petrus? Apa gunanya Petrus? Sebagai agen kongkalikong ala MK sebelum pilpres 2014?! Gak mungkinlah surga kayak gitu! Tapi apa artinya: Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga?

Untung ada ahli kitab suci kelas dunia di rumah sebelah yang penjelasannya joss. Mari lihat kalimat sebelumnya: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Dulu orang berpikir jalan ke alam maut (syeol) sebagai lubang lebar. Semua orang mati pasti akan ke sana dan tak ada jalan kembali. Bagaimana supaya orang tak jatuh tersedot ke sana? Menyumbatnya dengan batu besar yang kokoh dan gak bakal tertelan. Petrus digambarkan sebagai tempat Yesus mendirikan umat yang takkan terkuasai alam maut.

Maka dari itu, kunci Kerajaan Surga yang diberikan kepada Petrus sama sekali tak berarti bahwa ia dipilih menjadi orang yang menentukan siapa boleh masuk surga! Ia bertugas menahan agar kekuatan-kekuatan maut tidak memasuki Kerajaan Surga! Ia mengunci surga dari pengaruh yang jahat. Apa yang diikatnya di bumi, yang tetap dikunci di bumi, yakni jalan ke alam maut akan tetap terikat dan tidak akan bisa merambat ke surga. Tak ada jalan ke surga bagi daya-daya maut.

Apakah kunci itu hanya ada pada Petrus? Tampaknya tidak, karena pengenalan mendalam bisa diberikan kepada siapa saja yang percaya. Ignasius dari Loyola juga memegang kunci yang diwariskan kepada banyak orang melalui latihan rohani berikut pembedaan rohnya. Yakin deh, orang yang memegang kunci ini pastilah happy!


MINGGU BIASA XXI A
24 Agustus 2014

Yes 22,19-23
Rm 11,33-36
Mat 16,13-20

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s