Latihan Doa 37: Pembaptisan Yesus

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mat 3,1-17 (Pembaptisan Kristus)
Mrk 1,1-11 (Pembaptisan Kristus)
Luk 3,1-22 (Pembaptisan Kristus)
Yoh 3,22-36 (Ia harus semakin besar dan aku semakin kecil)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pengetahuan batin yang mendalam akan pribadi-Mu, nilai-nilai injili-Mu dan khususnya cara-Mu mencinta supaya aku semakin jatuh cinta pada-Mu, mengikuti-Mu dan mencinta sebagaimana Engkau mencinta.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Kontemplasikanlah pembaptisan Tuhan kita:
    Imajinasikanlah sungai Yordan dan masuk dalam suasana doa, dalam adegan-adegan Injil, dengan mempertimbangkan tempat dan orang-orang yang ada di sana, khususnya Yohanes Pembaptis.
    Apakah yang kulihat? Apa saja yang kudengar? Kucium? Kusentuh? Mungkin juga kucecapi?
    Luangkan waktu untuk masuk dalam detil pembaptisan Tuhan dan perlahan-lahan pada akhirnya memfokuskan perhatian pada-Nya dan menatap penuh kasih wajah-Nya.
    Kualitas dan nilai apakah yang menyentuhku saat aku bersama Yesus yang masih kanak-kanak di rumah, bersama Maria dan Yusuf (misalnya kerendahan hati, kelembutan, kesadaran mendalam akan misi hidup, kedekatan dengan Bapa dan Roh Kudus)?
  • Setelah mengklarifikasi kualitas-kualitas dan nilai-nilai Tuhan, ambillah waktu untuk memohon kualitas dan nilai serupa bagi diriku.
  • Biarkanlah diriku mengalami banyak kegembiraan dan ketertarikan pada Tuhan saat mengkontemplasikan misteri pembaptisan-Nya — Putera Allah yang kebesaran-Nya tak terbatas, tetapi membiarkan diri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, pendahulu-Nya.
  • Ada sebuah gambaran Tuhan yang indah, yaitu Tuhan sebagai Ayah-Ibu (Mat 6,5-15; Mzm 131).
    Kapankah aku mengalami momen-momen ketika Tuhan adalah sosok ‘ayah-ibu’ yang begitu memperhatikan diriku?
    Kembalilah ke momen-momen itu dan hidupi kembali dalam doa.
  • Doakanlah Injil Yohanes 3,22-36.
    Sekarang ini, apa yang mestinya ‘mengecil’ dalam diriku sehingga Allah dan rahmat-Nya bisa semakin ‘membesar’ dalam hidupku?

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan momen-momen pembaptisan dan mendialogkan pokok-pokok tersebut di atas.
Berterima kasihlah pada-Nya atas rahmat sakramen pembaptisan yang begitu indah, saat diriku menjadi anak Allah dan boleh turut serta dalam misteri paska, yaitu pola kematian-kebangkitan Tuhan.
Mohon berkat
Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s