Pengkhianat Agama: Kemunafikan!

Agama itu kadang-kadang ya mesakake, pantas dikasihani, karena dikambinghitamkan oleh mereka yang mengklaim diri ateis atau sosialis atau aktivis atau -is yang lainnya sebagai biang kemunafikan. Padahal, yang bisa munafik hanya manusianya!

Bacaan Injil hari ini menyodorkan Yesus yang mengecam para ahli Taurat. Ia tidak mengkritik hukum Tauratnya. Ia mengecam orang Farisi, bukan hukum Musanya. Ia berkata keras mengenai pemimpin-pemimpin buta, orang-orang ‘bodoh’ dan ‘buta’, tetapi tidak menjelek-jelekkan agama Yahudi. Begitulah, agama pun bisa disalahgunakan oleh orang-orang munafik dan itulah tragisnya: agama menyodorkan nilai-nilai yang sungguh luhur tetapi bisa diselewengkan oleh ‘pemimpin-buta-bodoh-ahli Taurat-Farisi’ demi kepentingannya. Yang disalahkan siapa? Agama!

Pemeluk agama bisa menjadi musuh dalam selimut bagi agama yang bersangkutan ketika ia stagnan dalam penghayatan agamanya: berhenti pada ajaran dogmatis dan tidak sungguh-sungguh mawas diri untuk melihat pengalaman akan Allah yang autentik. Agama tidak dijadikan sarana bagi relasi pribadi dengan Allah, melainkan sebagai sarana untuk pemuliaan dirinya. Gambaran ini berlawanan dengan gambaran Paulus terhadap jemaat di Tesalonika yang mengalami buah pewartaan yang tulus dari para rasul.

Ya Tuhan, bantulah aku supaya semakin tulus menghayati imanku dan semoga aku terbebas dari kebodohan, kebutaan, kemunafikan, formalisme yang menjadi skandal bagi sesama untuk mengalami kasih-Mu. Amin.


SENIN BIASA XXI A/2
25 Agustus 2014

2Tes 1,1-5.11-12
Mat 23,1-12

 

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s