Gajah diblangkonin

Yehezkiel mendapat vision kemuliaan Tuhan dalam dua karakter: suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar. Yehezkiel bisa melihat kemuliaan seperti ini karena ada orang yang mengukur Bait Suci yang berdiri di sampingnya dan berfirman kepadanya,”Hai anak manusia, inilah tempat tahta-Ku…” (Yeh 43,6-7) Sosok itu adalah Yesus Kristus, pribadi yang menampakkan kemuliaan Allah kepada manusia. Pribadi yang demikian itu bertentangan dengan karakter yang disoroti oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini: Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya (Mat 23,2-3).

Ada ungkapan populer Jawa: Gajah diblangkoni, isa kojah ora isa nglakoni. Kalau diterjemahkan kira-kira berbunyi: Gajah diblangkonin, bisa ngoceh kagak bisa nglakuin, alias omdo’. Karakter penuh janji kosong macam ini rupanya lebih parah daripada sosok lain yang dijumpai Yesus: Zakheus, wanita Samaria nan ateis, penjahat yang disalib bersama Kristus. Apa yang membuat lebih parah? Orang Farisi dan ahli Taurat tentu tak sejahat sosok-sosok itu, tetapi mereka punya masker dan topeng yang sudah melekat dengan wajah mereka. Masker dan topeng kemunafikan ini tak memungkinkan mereka bertobat dan malah kemunafikannya menjadi-jadi: Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Mungkin ada jenis blangkon yang membebani hidup umat beriman, yang membuat penghayatan iman tak beranjak dari konsep pemenuhan kewajiban satu ke kewajiban lainnya… Semua jadi serba terpaksa (berapapun kadarnya) karena tidak berangkat dari kedalaman hati.

Ya Tuhan, bantulah aku supaya dapat menampakkan kemuliaan-Mu dengan tulus hati sehingga terbebas dari aneka topeng dan hidupku sungguh memancarkan kegembiraan sejati.


SABTU BIASA XX
23 Agustus 2014

Yeh 43,1-7
Mat 23,1-12

2 replies