Latihan Doa 41: Mengajar dengan Perumpamaan

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mrk 4,1-20 (Perumpamaan benih)
Mat 13,31-53 (Biji sesawi, mutiara berharga)
Luk 11,1-13 (Doa Bapa Kami dan dua perumpamaan)
Luk 12,13-31 (Perumpamaan orang kaya yang bodoh dan kepercayaan pada penyelenggaraan Tuhan)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pengetahuan batin yang mendalam akan pribadi-Mu, nilai-nilai injili-Mu dan khususnya cara-Mu mencinta supaya aku semakin jatuh cinta pada-Mu, mengikuti-Mu dan mencinta sebagaimana Engkau mencinta.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Kontemplasikanlah Tuhan Yesus sebagai guru perumpamaan.
    Imajinasikanlah Galilea (danau, gunung, bukit, padang) dan masuk dalam suasana doa, dalam adegan-adegan Injil, dengan mempertimbangkan tempat dan para murid serta kerumunan orang banyak di sana.
    Apakah yang kulihat? Apa saja yang kudengar? Kucium? Kusentuh? Mungkin juga kucecapi?
    Luangkan waktu untuk masuk dalam detil bagaimana Yesus mengajar murid-murid-Nya dan orang banyak, khususnya bagaimana ia memakai aneka perumpamaan untuk mengungkapkan misteri Allah dan kerajaan-Nya; dan perlahan-lahan, pada akhirnya, memfokuskan perhatian pada-Nya dan menatap penuh kasih wajah-Nya.
    Kualitas dan nilai apakah yang menyentuhku saat aku bersama Yesus yang memanggil murid-murid pertama-Nya?
  • Setelah mengklarifikasi kualitas-kualitas dan nilai-nilai Tuhan (misalnya kesederhanaan, kebijaksanaan, ketertarikan pada hal-hal batiniah), ambillah waktu untuk memohon kualitas dan nilai serupa bagi diriku.
  • Biarkanlah diriku mengalami banyak rasa hormat dan ketertarikan kepada Tuhan, khususnya sebagai guru yang memanfaatkan perumpamaan-perumpamaan — Putera Allah yang sungguh intelijen dan berpengetahuan luas, tetapi memakai perumpamaan sederhana untuk mengajarkan kepada kita hal-hal yang berkenaan dengan hidup batin dan relasi dengan Allah.
  • Gambaran Tuhan sebagai guru juga sebuah gambaran yang indah.
    Kapankah momen-momen dalam hidupku ketika Tuhan mendidikku, bahkan mendisiplinkan dan mengoreksi aku dengan lembut sehingga aku bisa mengenal-Nya dan cara-Nya mengajari aku?
    Kembalilah ke momen-momen itu dan hidupi kembali dalam doa.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan momen-momen pengajaran Yesus dengan perumpamaan dan mendialogkan pokok-pokok tersebut di atas.
Berterima kasihlah pada-Nya bahwa Ia secara sabar membimbingku dalam sekolah kehidupan rohani dan nilai-nilai Injili.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s