Latihan Doa 43: Penyembuhan dan Pengampunan

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mrk 10,46-52 (Bartimeus)
Yoh 4,4-42 / Yoh 8,1-11 (Perempuan Samaria / Perempuan yang berzinah)
Mat 8,5-13 (Perwira Romawi)
Luk 19,1-10 (Zakheus)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pengetahuan batin yang mendalam akan pribadi-Mu, nilai-nilai injili-Mu dan khususnya cara-Mu mencinta supaya aku semakin jatuh cinta pada-Mu, mengikuti-Mu dan mencinta sebagaimana Engkau mencinta.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Kontemplasikanlah pelayanan Yesus dalam menyembuhkan dan mengampuni pendosa.
    Imajinasikanlah Galilea (atau Yeriko, Samaria, Kapernaum; bergantung pada perikop Kitab Suci yang dipakai) dan masuk dalam suasana doa, dalam adegan-adegan Injil, dengan mempertimbangkan para murid dan orang-orang yang disembuhkan.
    Apakah yang kulihat? Apa saja yang kudengar? Kucium? Kusentuh? Mungkin juga kucecapi?
    Luangkan waktu untuk masuk dalam detil kisah penyembuhan dan pengampunan dan perlahan-lahan, pada akhirnya, memfokuskan perhatian pada-Nya dan menatap penuh kasih wajah-Nya.
    Kualitas dan nilai apakah yang menyentuhku saat aku bersama Yesus yang menyembuhkan dan mengampuni orang-orang itu?
  • Setelah mengklarifikasi kualitas-kualitas dan nilai-nilai Tuhan (misalnya kehati-hatian dan ketenangan, hati yang penuh bela rasa, sikap non-judgmental), ambillah waktu untuk memohon kualitas dan nilai serupa bagi diriku.
  • Biarkanlah diriku mengalami banyak ketertarikan dan cinta kepada Tuhan saat mengkontemplasikan-Nya, khususnya sebagai penyembuh dan pengampun — Anak Manusia yang tak bercela dan dosa tetapi sangat berbela rasa dan begitu memahami kaum lemah dan pendosa.
  • Gambaran Tuhan sebagai ‘penyembuh dan pengampun’ adalah salah satu gambaran Tuhan yang indah.
    Kapan dalam momen-momen hidup aku merasakan Tuhan yang berperan sebagai ‘penyembuh dan pengampun’ itu?
    Apa persisnya yang disembuhkan atau diampuni dari diriku?
    Kembalilah pada momen-momen itu dan hidupi dalam doa.
  • Periksalah diriku saat ini. Sekarang ini, aspek apa dalam hidupku yang perlu disembuhkan atau diampuni?
    Sebut dan klarifikasilah aspek-aspek itu (mengapa, apa dampaknya bagiku dan sesama, bagaiman terjadinya, dll).
    Setelah siap, hadirkanlah diri di hadapan Tuhan dan mempersembahkan aspek-aspek itu untuk penyembuhan dan pengampunan. Ambil waktu untuk sekadar merasakan rahmat penyembuhan dan pengampunan-Nya.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan hal-hal tadi dan mendialogkannya: pengampunan dan penyembuhan. Berterimakasihlah atas penyembuhan dan pengampunan-Nya dalam dunia yang terpecah belah ini, juga dalam hidupku.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s