Latihan Doa 44: Transfigurasi

1. Persiapan Doa (5-15 menit)

Memilih (baca semua secara sepintas lalu memilih salah satu yang dianggap menyentuh hati), menyiapkan bahan doa:
Mat 17,1-13 (Transfigurasi)
Mrk 9,2-13 (Transfigurasi)
Luk 9,28-36 (Transfigurasi)
2Ptr 1,5-21 (Kesaksian akan transfigurasi)
Mencari tempat doa yang kondusif, menonaktifkan apa saja yang bisa mendistraksi kegiatan doa.
Mengambil posisi yang paling kondusif untuk berdoa (duduk tegak, bersila, telungkup… tapi mungkin posisi ini nantinya membantu orang untuk tidur)

Doa persiapan:

Tuhan Yesus, aku mohon rahmat pengetahuan batin yang mendalam akan pribadi-Mu, nilai-nilai injili-Mu dan khususnya cara-Mu mencinta supaya aku semakin jatuh cinta pada-Mu, mengikuti-Mu dan mencinta sebagaimana Engkau mencinta.

2. Doanya sendiri (20-60 menit)

  • Kontemplasikanlah peristiwa Yesus dimuliakan di Gunung Tabor.
    Imajinasikanlah Gunung Tabor dan masuk dalam suasana doa, dalam adegan-adegan Injil, dengan mempertimbangkan tempat, Musa, Elia, Petrus, Yakobus dan Yohanes.
    Apakah yang kulihat? Apa saja yang kudengar? Kucium? Kusentuh? Mungkin juga kucecapi?
    Luangkan waktu untuk masuk dalam detil kisah transfigurasi dan perlahan-lahan, pada akhirnya, memfokuskan perhatian pada-Nya dan menatap penuh kasih wajah-Nya.
    Kualitas dan nilai apakah yang menyentuhku saat aku bersama Yesus yang dimuliakan di Gunung Tabor?
  • Setelah mengklarifikasi kualitas-kualitas dan nilai-nilai Tuhan (misalnya pantang menyerah dalam penderitaan, sikap doa, intimitas dengan Allah, bermisi jelas), ambillah waktu untuk memohon kualitas dan nilai serupa bagi diriku.
  • Biarkanlah diriku mengalami banyak ketertarikan dan cinta kepada Tuhan saat mengkontemplasikan misteri transfigurasi-Nya — Anak Manusia yang jauh lebih besar daripada Musa dan Elia, tetapi taat dan begitu rendah hati untuk menekuni jalan salib.
  • Secara tradisional memang transfigurasi dipercaya terjadinya di Gunung Tabor.
    Transfigurasi adalah pengalaman spiritual yang mendalam bagi Tuhan kita. Melalui transfigurasi itu, ia memperoleh banyak kekuatan batin untuk menyongsong penderitaan-Nya yang membenarkan misi dan tujuan-Nya sebagai Mesias yang direndahkan dan disalibkan.
    Apakah aku mempunyai pengalaman ‘Tabor’ ini (yaitu, perjumpaan mendalam dengan Tuhan, yang membuat aku punya banyak keberanian dan kejelasan akan arah dan tujuan sebagai panggilan dan masa depanku)?
    Kembalilah pada pengalaman itu dan hidupi dalam doa.

Melakukan wawancara batin

Mengimajinasikan Kristus yang bergantung di salib atau Bunda Maria dan menyampaikan pengalaman ‘Tabor’. Berterimakasihlah atas pengalaman Tabor itu.
Mohon berkat Allah dan akhiri dengan rasa syukur yang tulus atas sentuhan Allah dan rahmat penghiburan, dengan doa Bapa Kami atau Jiwa Kristus atau Salam Maria.

3. Refleksi (5-15 menit)

Mencatat poin-poin penting dalam proses doa:
(1) perasaan-perasaan sebelum doa, pada saat doa, dan setelah selesai doa
(2) insight yang diperoleh dari doa tadi (baik yang bersifat informatif intelektual maupun spiritual)
(3) niat atau dorongan-dorongan yang muncul setelah doa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s