Hari Gini Mana Ada Yang Gratis?

Published by

on

Freely you have received, freely give!
Ungkapan ini muncul dalam konteks pengutusan Yesus kepada para rasul: mereka diberi kuasa untuk menyembuhkan orang sakit. Kuasa itu gak mereka beli, tapi diberikan gitu aja. Kuasa seperti ini bahkan juga masih diberikan Tuhan kepada beberapa orang sampai sekarang ini. Kuasa yang diperoleh gratis tentu rawan penyalahgunaan. Yesus memberi rambu untuk menghindarkan penyelewengan: kebaikan yang kamu peroleh secara cuma-cuma, berikanlah juga secara cuma-cuma.

Ini berlawanan dengan aneka penyembuhan yang diperoleh dengan pendaftaran, training, tingkat lanjut, tingkat atas, tingkat Himalaya, atau apapun lah… Orang bisa tergiur dengan iming-iming kesaktian dan kekuasaan dan berani bayar mahal untuk itu. Mengapa? Karena di balik itu ada target yang lebih besar! Ini jelas menyalahi rambu Yesus. Kebaikan macam itu tampaknya  gak cuma-cuma sehingga wajar juga kalau masuk dalam lingkaran bisnis (meskipun yang digembar-gemborkan adalah kerohanian atau spiritualitas!).

Akan tetapi, jauh lebih baik lagi jika orang mau jujur melihat apa yang katanya diperoleh dengan tidak cuma-cuma itu. “Saya punya kesaktian ini dengan aneka tumbal dan pengorbanan!” “Saya bisa membangun perusahaan berkelas internasional ini dengan modal dengkul dan kerja keras! Tak ada yang gratis sama sekali!”

Orang lupa bahwa adanya dia di dunia ini gratis. Ia sama sekali gak bayar untuk memilih rahim nyonya tertentu. Yahaha, tetapi kan orang tuanya yang membayar! Tetap ada yang disebut cost: ada biaya untuk segala sesuatu! There ain’t no such thing as a free lunch.

Oke, Bray, siapa yang membiayai oksigen yang orang tuamu hirup saat membayar operasi kelahiranmu? Siapa yang bayar lapisan atmosfer yang melindungi bumi dari serbuan benda angkasa? Siapa yang bayar sinar matahari waktu kamu makan siang? Siapa pula yang membayar lempeng bumi supaya tidak sering-sering bergoyang dan bapakmu bisa bekerja (dan pejabat rampok bisa berleha-leha)?

Betul, Brow. Memang hidup duniawi ini menuntut kerja untuk bisa makan, tetapi itu gak berarti bahwa di dunia ini gak ada yang gratis. Memang membesarkan anak (sendiri) menuntut banyak uang pada zaman sekarang ini, tetapi tak berarti bahwa segala-galanya ada pada uang dan upaya kita sendiri.

Pada setiap momen dalam setiap gerak-gerik usaha kita, ada banyak hal gratis menyokong kita. Itulah maksudnya Emanuel: Allah beserta kita. Ini tidak eksklusif untuk orang kristiani. Siapapun boleh memahami bahwa Allah itu menyertai manusia yang hidup. Gratis: tanpa cost, dan kalau itu bisa disangkal, gratis berarti tanpa cause: entah mengapa Allah itu mencintai manusia ciptaan-Nya!

Allah mana yang kita tampilkan? Allah yang berbuat baik secara gratis, atau Allah yang punya pamrih?

One response to “Hari Gini Mana Ada Yang Gratis?”

  1. […] apa saja yang gratis cenderung malah dicibir dan apa yang murah cenderung dianggap murahan. Di dunia ini tak ada yang gratis, katanya. Bersyukur saya mengurungkan niat seorang karyawan untuk mengikuti seminar mengenai perencanaan […]

    Like