Walk Out gak eaaaa

Pesan bacaan Injil hari ini mungkin oleh kebanyakan pembaca dirumuskan: lebih baik omongannya jelek tapi tindakannya baik daripada omongannya baik tapi tindakannya jelek. Sebagai nasihat moral, mungkin pernyataan itu bisa dipakai, tetapi pesan bacaan hari ini saya kira bisa ditelusuri dengan cara lain.

Bacaan pertama memberi suatu kerangka mengenai pengadilan Tuhan: yang benar tetaplah melakukan tugas dengan baik dan tidak melakukan kecurangan, yang fasik hendaklah bertobat, berlaku benar dan adil. Bacaan kedua menunjukkan bagaimana Kristus merendahkan diri-Nya sebagai manusia biasa dari Nazareth. Dua kerangka ini bisa dipakai untuk memahami pesan bacaan Injil hari ini. Dua anak sama-sama diminta untuk bekerja hari itu juga. Yang pertama bilang ‘siyap!’, tapi tidak bekerja. Yang kedua bilang ‘ogah’, tapi akhirnya pergi bekerja.

Kedua anak itu sebetulnya sama-sama enggan bekerja, tetapi mengapa yang kedua dianggap lebih baik? Karena akhirnya dia menunjukkan tindakan nyata alias bekerja? Mungkin saja.
Anak yang kedua memang akhirnya bekerja, tetapi yang memungkinkan ia bekerja adalah turning point yang efektif dalam dirinya: pertobatan! Ini bukan soal bahwa orang merasa gak enak karena membuat orang lain tak senang, melainkan soal orang mau berhenti menimbang-nimbang apa yang mau dibuatnya. Meskipun ia bereaksi negatif, ia toh tetap mau berpikir apa yang sepantasnya dibuat; dan ternyata ditemukanlah bahwa melakukan pekerjaan yang diminta bapanya itu baik, dan ia melakukannya. Anak pertama bereaksi negatif juga, tetapi karena prinsip ABS ya bilang okelah, nanti kan bisa walk out, brow!

Orang mungkin berpikir bahwa pendosa itu jahat karena dosa-dosanya: memperlakukan orang lain sebagai barang mainan, memperjualbelikan orang, membunuh orang dan lain-lainnya. Akan tetapi, orang-orang seperti itu tetap tinggal dalam kedosaan justru karena mereka munafik! Orang munafik tak punya kerendahan hati yang disodorkan dalam bacaan kedua. Ia sudah merasa safe atau malah ‘frustrasi’ dengan statusnya: aku toh tidak sebejat para pelacur, Tuhan toh pasti maha pengampun, hidupku ini toh gak banyak artinya, dan sebagainya.

Jika anak pertama itu punya kerendahan hati, tentulah ia sadar bahwa ia sebenarnya enggan bekerja, ia sadar bahwa kemudian ia menerapkan prinsip ABS sehingga ia menjawab ‘siyap’ (padahal tidak siap sama sekali), lalu ia membatalkan niat walk out karena setelah dipikir-pikir, memang bekerja seperti diminta bapanya itu adalah hal yang baik. Kemunafikan berbanding terbalik dengan kerendahan hati dan menjadi penghalang terbesar dari pertobatan yang tulus.


MINGGU BIASA XXVI A/2
28 September 2014

Yeh 18,25-28
Flp 2,1-11
Mat 21,28-32

2 replies

  1. sugeng enjang…numpang komen ya Mo… kalau untuk pergulatan pribadi kayaknya sah aja bahwa ada transformasi dalam dirinya setelah berpikir, mengalami trus dapat cara pikir dan bertindak yang baru… tapi kalau seseorang yang pemimpin itu cepat berubah pikiran (prasangka baik instead of judging him as hypocrate person), ibarat sebuah konvoi mobil keajaiban itu membuat tabrakan beruntun di belakang… kekacauan pikiran menimbulkan kekacauan kicauan dan kekacauan tindakan… “baiknya, kalau lagi bingung, situ jangan ngajak-ngajak, oom…” nyarap dulu, mo…

    Like

    • tumpangannya diterima… memang dalam situasi galau sebaiknya orang tidak mengubah keputusan penting ya; minimal dalam situasi itu orang cukup berpegang pada keputusan yang dulu diambil dengan pertimbangan yang baik… kalau pertimbangan itu dievaluasi tak baik oleh orang lain, ambil waktu tenang lainnya utk memeriksanya supaya tak jatuh pada keputusan reaktif yang malah bikin kacau semua… gitu katanya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s