Orang Samarinda yang Baik Hati

Kata good Samaritan dalam Longman Dictionary of Contemporary English diartikan sebagai seseorang, khususnya orang asing, yang membantu saat kita berada dalam masalah atau memerlukan bantuan. Oxford Advanced Learner’s Dictionary menambahkan keterangan bahwa ungkapan itu berasal dari kisah Kitab Suci mengenai seorang yang menolong orang terluka pada saat semua orang lain tidak membantunya. Bahasa Indonesianya…. orang Samarinda yang baik hati (kamus Inggris-Indonesia versi ngantuk atau penulisnya berpacar orang Samarinda)!

*****

Kisah orang Samaria, representasi orang kafir bagi orang Yahudi pada masa Yesus, dipakai Yesus untuk menjawab pertanyaan ahli Taurat mengenai bagaimana orang bisa mencapai hidup kekal alias keselamatan. Inspirasi dari kisah good Samaritan bisa dipakai untuk membuat definisi ulang mengenai siapakah yang disebut sesama: tak ada sekat teritori maupun agama. Semua saja adalah sesama.

Dengan terang bacaan pertama, good Samaritan juga bisa memberi inspirasi bahwa apa yang dilakukan orang Samarinda-eh-Samaria itu berangkat bukan melulu dari rasa kasihan. Semua orang bisa punya rasa kasihan jika melihat orang lain tertimpa musibah. Akan tetapi, apa yang kemudian dilakukan bisa bermacam-macam.

Ada yang menertawakan korban, bahkan ada yang memarahi dengan aneka nasihat, tetapi ada juga yang tanpa banyak omong membantu. Loh, apa hubungannya dengan bacaan pertama?

Bacaan pertama menyodorkan wacana Paulus yang terheran-heran karena jemaat di Galatia begitu gampang beralih pada pewartaan sesat. Paulus mensinyalir bahwa mereka mengira Injil yang diwartakan Paulus adalah injil buatan manusia sebagaimana ajaran-ajaran filsafat lainnya adalah buah pikiran manusia. Akan tetapi, Paulus menegaskan bahwa pewartaan yang disampaikannya berasal dari hidup Yesus Kristus sendiri, dari apa yang menjadi kesukaan Allah, dari kualitas ilahi.

Rasa kasihan adalah kualitas manusiawi; semua orang bisa merasa kasihan terhadap orang lain. Solidaritas dan tanggung jawab atas kehidupan sebagai jalan keselamatan adalah kualitas ilahi: orang butuh dorongan Roh Allah sendiri.

Memang mengerikan jika panggung politik menyodorkan drama orang-orang yang tak punya rasa kasihan terhadap korban; dan semestinya itu menampar kita, jangan-jangan kita pun sama saja. Butuh rahmat Allah supaya kita beranjak dari sekadar merasa kasihan dan mengambil peran solidaritas, dalam level apa pun.


SENIN BIASA XXVII
6 Oktober 2014

Gal 1,6-12
Luk 10,25-37

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s