Lebih Baik dari ASI, adakah?

Ada orang yang saking kagumnya pada ajaran Yesus, di sela-sela “orang gila” itu mengajar, tiba-tiba berseru betapa bahagianya ibu yang mengandung dan susu yang menyusui bayi Yesus ini. Yesus tidak menolak seruan itu, tetapi juga tidak berhenti pada pujian yang superfisial itu.

Air Susu Ibu kiranya populer juga pada masa itu dan Maria bunda Yesus tentu menyusui bayi Yesus. Memang dalam tindak menyusui itu jelas terlihat relasi fisik antara Maria dan Yesus. Bisa juga diimajinasikan bagaimana ASI mengalir dari tubuh ibu ke anaknya. Bisa dipahami kepuasan psikis baik bagi ibu yang menyusui maupun bagi anak yang menyusu. Ini semua adalah hal lumrah yang bisa dipahami orang seturut hukum fisik alamiah, dan tentu Yesus tidak menolak kenyataan ini.

Akan tetapi, ia masih menyodorkan hal lain yang tampaknya lebih tersembunyi lagi: berbahagialah terutama mereka yang mendengarkan Sabda Tuhan dan melaksanakannya. Kelompok orang inilah yang sungguh menjadi anak Allah, yang menyusu dari Yesus, dari Maria, dari para nabi, dari Kitab Suci, dari Allah sendiri. Maka, sebutan anak Allah pasti tak bisa dipahami dalam arti denotatif, letterleijk.

Paulus memberi keterangan mengenai dua hukum yang menjadi indikator hidup orang beriman. Mereka yang masih dangkal dalam iman cenderung berhenti pada hukum tertulis, sedangkan mereka yang lebih dewasa akan lebih berfokus pada hukum Roh. Mereka yang masih baru dalam beriman tentu akan mulai dengan kepatuhan dan kesalehan yang diatur dalam hukum tertulis. Ia akan berusaha menaati apa saja yang diperintahkan agama dan menjauhi larangannya.

Akan tetapi, orang yang sungguh-sungguh beriman benar-benar berpatokan pada hukum Roh manakala ia mesti mengabaikan hukum tertulis tadi. Ia tidak berfokus untuk melanggar hukum tertulis, tetapi dituntun oleh Roh, yang bisa jadi pada saat tertentu mengatasi (untuk tidak mengatakan ‘melanggar’) hukum tertulis itu.

Seorang ibu yang menyusui anaknya, dalam tindak menyusui bisa juga menyatakan cinta, iman, dan harapannya. Ini lebih baik dari air susunya sendiri. Bagaimana itu terjadi? Dalam doa. Konkretnya? Tanya saja pada ibu-ibu yang (pernah) menyusui…


SABTU BIASA XXVII
11 Oktober 2014

Gal 3,22-29
Luk 11,27-28

1 reply

  1. Mereka yang masih dangkal dalam iman cenderung berhenti pada hukum tertulis, sedangkan mereka yang lebih dewasa akan lebih berfokus pada hukum Roh.<–padahal sama-sama SARANA ya..pantes saya ada tetangga yang bilang bahwa bakmi ater-ateran rasanya lebih nikmat dari Mi Pele..karena mi ater-ater dibuat dalam kebersamaan..keikhlasan..bukan demi kepuasan pelanggan.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s