Jadi Revolusi Mental Gak Ya?

Bacaan Injil hari ini sudah dipakai pada saat perayaan 17 Agustus kemarin. Tafsir ahlinya ada pada link ini. Yesus diberi jebakan yang memang memojokkannya. Akan tetapi, ia justru memanfaatkan jebakan kaum Farisi di hadapan pendukung Herodes itu untuk membuka horison yang indah mengenai hidup konkret manusia: kalau memang kita bisa mengubah situasi eksternal, ya sumonggo plis silakan saja, tetapi kalau alternatif itu tak dimungkinkan, kita masih bisa mengubah yang internal! Halah, piye to kuwi?

Bacaan pertama menunjukkan bagaimana Allah dengan kekuatan-Nya memanfaatkan ambisi Raja Koresh (Cyrus) yang garang itu justru untuk menunjukkan keagungan-Nya. Raja Koresh tidak mengenal Allah Israel dan ia tentu hanya mengejar kekuasaan yang semakin luas untuk menunjukkan eksistensi dirinya sebagai penguasa. Allah bahkan memberi gelar kepadanya, tetapi pertama-tama justru untuk menunjukkan hebatnya Allah Israel: dengan merangseknya Koresh ke Babilonia, bangsa Israel terbebaskan dari pembuangan.

Bacaan kedua juga menunjukkan bagaimana sikap, kata, dan tindakan jemaat yang penuh kasih itu datangnya dari dalam, dari Roh sendiri, dan bukan dari kehebatan mereka semata. Roh itu memungkinkan kebaruan hidup umat beriman.

Umat beriman tidak bisa menyangkal fakta sosial dan masyarakat tempat tinggalnya. Problem di dalamnya tidak diatasi dengan lari dari masalah. Perhitungan dan usaha manusiawi mesti dilakukan semaksimal mungkin. Akan tetapi, umat beriman semestinya mengubah realitas dunia itu dari dalam: iman, harapan, dan kasih yang muncul karena relasi dengan Kristus.

Keadaan Indonesia yang carut marut saat ini menyisakan tugas berat untuk Jokowi, tetapi juga bangsa Indonesia pada umumnya. Orang boleh memandang pemerintahan Jokowi dengan optimisme, sebagian lain pesimis. Akan tetapi, bahkan seperti terjadi melalui Raja Koresh yang tak mengenal Allah, keselamatan pun tiba bagi bangsa Israel. Apalagi sosok Jokowi ini mengenal Allah, kiranya ini bukan lagi soal optimis atau pesimis bagi umat beriman. Ini adalah soal harapan, dan harapan ini tak pernah palsu jika dilandaskan pada iman serta direalisasikan dengan cinta.

Yakin deh, cinta ini yang akan menggerakkan semua untuk senantiasa mau berkorban demi kemajuan bersama, demi revolusi mental. Amin, Bray!


MINGGU BIASA XXIX A/2
Hari Minggu Evangelisasi
19 Oktober 2014

Yes 45,1.4-6
1Tes 1,1-5b
Mat 22,15-21

1 reply

  1. Perhitungan dan usaha manusiawi mesti dilakukan semaksimal mungkin. Akan tetapi, umat beriman semestinya mengubah realitas dunia itu dari dalam: iman, harapan, dan kasih yang muncul karena relasi dengan Kristus.<—amin lan AMDG, mas Bro..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s