Dengar Dia panggil namamu?

Mungkin kita sudah pernah melihat lukisan William Holman Hunt yang sangat populer: Yesus membawa lentera dan mengetuk pintu rumah. Ide lukisan itu memang berasal dari Kitab Wahyu (Why 3,20) tetapi bacaan Injil hari ini juga menyinggung keadaan yang sama: Yesus datang pada saat yang tak bisa ditentukan. Memang digambarkan ia datang malam hari, tapi malam itu juga tak jelas kapan persisnya. Karena itu, orang perlu siaga sepanjang malam itu.

Menarik bahwa pada lukisan itu tak ada handle pintunya. Dari luar Yesus memang hanya bisa mengetuk pintu. Tak ada gagang yang bisa dipakai untuk membuka pintu. Terbukanya pintu bergantung pada orang yang di dalam, apakah ia mau membuka atau tidak, apakah ia berjaga-jaga atau tidur. Artinya, Yesus menghargai kebebasan manusia sepenuhnya (mungkin bisa saja dia mendobrak pintu itu… tapi sewajarnya mengetuk dulu ya).

Kebebasan yang dimutlakkan oleh manusia sendiri justru bisa membuatnya tertutup. Gambaran Hunt menunjukkan pintu yang tertutup itu dipenuhi dengan tumbuhan liar yang menjadi penghalang untuk masuk. Ini adalah lukisan mengenai keadaan orang pada umumnya yang memiliki sekat penghalang antara pintu hati-budinya dan Kristus yang hendak menjumpainya.

Sekat dan penghalang itu disebutkan antara lain dalam bacaan pertama hari ini: perseteruan. Ada kelompok orang yang menghayati agama secara eksklusif sebagai pijakan untuk berseteru dengan orang lain dan menjadikannya sebagai tolok ukur untuk menghakimi orang lain: kafir dan nonkafir, rajin dan malas, tulus dan munafik…

Padahal, jika agama merupakan sarana orang untuk berjumpa dengan Allah, semestinya ia memakai sarana itu dengan riang gembira dan tak perlu sirik dengan kegembiraan orang lain atas sarananya sendiri. Sirik seperti itu tanda bahwa orang arogan, superfisial, eksklusif nan picik! Salam tiga jari… jangan lupa kawal Jokowi.


SELASA BIASA XXIX A/2
21 Oktober 2014

Ef 2,12-22
Luk 12,35-38

1 reply

  1. memang tidak gampang…ketika manusia pada posisi bermasalah, mempermasalahkan, dan dipermasalahkan…sikap eling bahwa GUSTI selalu mendekati, mengetuk. berbisik memang tidak gampang juga…padahal keputusan untuk menyatakan tidak gampang…berawal dari sikap nggampangke…salam klambi putih (nak reget yo kethok…nak diberi motif yo kethok)

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s