Kapan Kutukan Tuhan Terjadi

Perubahan cara berpikir memang tidak mudah dilakukan. Itu mengapa beriman tidak gampang juga. Orang cenderung berpikir bahwa jika Tuhan mengasihi orang, Ia tidak akan membiarkan orang yang dikasihi-Nya itu terkena bencana. Akibatnya, orang beranggapan bahwa mereka yang matinya jelek (kecelakaan, misalnya) adalah orang yang terkutuk; seolah-olah mereka yang mati seperti itu lebih berat dosanya daripada mereka yang mati dengan cara yang lebih ‘santun’.

Bacaan Injil hari ini mengingatkan pembacanya bahwa tolok ukur ‘kutukan’ Tuhan tidak terletak pada bagaimana cara orang mati, tetapi pada bagaimana orang bertobat. Mengingat bahwa inti pertobatan adalah kebangkitan Kristus yang mewarnai pengikut-Nya, wajarlah Yesus mengumpamakan mereka  yang terkutuk itu sebagai pohon yang pantas ditebang karena tak menghasilkan apa-apa: tak ada pertobatan, tak ada kebangkitan, tak ada hasil buah yang diharapkan Tuhan.

Setiap pribadi merupakan karunia yang unik dari Allah, bukan fotokopi dari pribadi lainnya, bahkan termasuk Yesus sendiri, tak terfotokopikan! Akan tetapi, aneka keunikan dalam ketakseragaman itu justru menuntut setiap pribadi untuk berkembang seturut karunia itu bukan dalam suasana egoistik, melainkan dalam pelayanan komuniter.


SABTU BIASA XXIX
25 Oktober 2014

Ef 4,7-16
Luk 13,1-9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s