Pilih Kinerja DPR Apa Menteri?

Orang yang memperlakukan agama sebagai tambalan (karena memang tak ada orang yang terlahir langsung beragama) umumnya juga memperlakukan orang lain sebagai fitur tambahan untuk mengokohkan status hidupnya. Orang seperti ini tidak bisa diharapkan sebagai agen revolusi mental. Solidaritas yang diupayakan orang ini sangat mungkin merupakan solidaritas semu: solidaritas yang bermuara pada status quo, dan bukannya pada keadilan sosial.

Belakangan ini beberapa sepak terjang menteri memang mengundang tanya: kalau sekarang ini ternyata orang bisa menjalankan kebijakan yang pro rakyat, lalu ke mana dan apa saja yang dibuat menteri-menteri sebelumnya ya? Mereka tidak ke mana-mana (barangkali ke luar negeri untuk studi banding), terjerat dalam lingkaran penyokong status quo.

Persekutuan dalam Roh yang disinggung dalam bacaan pertama kiranya menunjukkan kesatuan hati dan budi, kasih dan jiwa, serta satu tujuan: komunitas yang sungguh memberi tempat kepada orang lain sungguh sebagai subjek juga. Semua orang yang jujur pada hati nuraninya akan mengerti bahwa kinerja menteri yang membela kepentingan bersama (dan pasti akan merugikan pihak-pihak yang selama ini bisa ongkang-ongkang berhadiah) jauh lebih berterima daripada aneka proyek yang spektakular tetapi tak berdaya guna bagi perubahan sosial.

Apa tolok ukurnya bahwa agama berdaya guna bagi suatu perubahan sosial? Yaitu jika pemeluknya secara konsisten dan konsekuen melibatkan mereka yang tak berdaya. Menghargai mereka yang punya kuasa saja bukanlah bagian dari revolusi mental. Agama baru bisa berperan dalam revolusi mental jika pemeluknya menghargai juga mereka yang tak berdaya. Ini bukan soal menteri memberikan sumbangan, melainkan soal bagaimana menteri membuat kebijakan sedemikian rupa sehingga yang paling tak berdaya pun bisa mewujudkan martabat yang sama dengan orang lain.

Semoga para menteri bisa bekerja dalam suasana kesatuan hati dan budi itu, lebih daripada kerja DPR yang sepertinya punya dunianya sendiri.


SENIN BIASA XXXI
Beato Rupert Mayer SJ
3 November 2014

Flp 2,1-4
Luk 14,12-14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s