Merpati tak pernah ingkar janji

Bacaan Injil hari ini menegaskan pokok postingSedikit yang dipilih? Gombal“. Problem sebelum hari pengadilan terakhir bukanlah bahwa Allah menentukan siapa masuk surga dan siapa yang mencicipi neraka dulu. Di dunia nan fana ini setiap orang dipanggil untuk menikmati nilai keabadian, tetapi yang memilih nilai kebakaan itu tidak banyak!

Tentu ada alasan untuk tidak memilih nilai kekal tersebut dan alasan orang itu memang masuk akal, yaitu akal pedagang (mesti segera selesaikan urusan jual beli properti dan hewan ternak) dan akal orang yang sedang kasmaran! Loh, kalau memang begitu kenyataannya, masak kita mesti mengacaukan urusan bisnis dan relasi mesra dengan orang? Yo sabar dong, jangan membiasakan diri buru-buru menarik kesimpulan terapan dari Kitab Suci tanpa lihat poinnya dulu.

Bacaan Injil mau mengatakan bahwa orang bisa mencari dalih untuk mengingkari janji yang sudah dibuatnya sendiri: sudah tahu bahwa yang kekal mengatasi yang fana, tetapi toh masih lekat pada yang fana itu. Lha, tetapi bagaimana ya, memang yang fana itu lebih asyik sih! Lebih populer, lebih sensasional, lebih segera kelihatan hasilnya!

Dibutuhkan suatu kerendahan hati. Kerendahan hati ini tidak memaksakan diri untuk menjadi Tuhan atas segalanya, tidak memutarbalikkan kerangka prioritas nilai. Kerendahan hati ini membuat orang setia pada komitmen cinta kehidupan bagi semua orang. Kerendahan hati ini memungkinkan orang mengambil kualitas merpati: tak pernah ingkar janji.


SELASA BIASA XXXI A/2
4 November 2014

Flp 2,5-11
Luk 14,15-24

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s