Ayo Bebenah…

Bacaan Injil hari ini merupakan aplikasi dari bacaan kemarin dan bisa memberi perspektif untuk sedikit memperbaiki tafsir atau inspirasi yang kemarin muncul. Soalnya, kemarin tak begitu dipertimbangkan pertanggungjawaban yang diminta tuan si bendahara itu. Bendahara ya tanggung jawabnya mengelola keuangan tuannya. Lha, pertanggungjawaban apa yang diminta darinya kok kemudian ia mesti dipecat dan lantas dipuji sebagai bendahara yang cerdik?

Konon, gaji atau uang sertifikasi para dosen dan guru yang disuplai oleh pemerintah itu kadang baru dibayarkan pada akhir semester. Lha bunga dari penumpukan uang sekian banyak guru itu pergi ke mana? Memang tidak mengurangi besaran uang yang diberikan kepada dosen dan guru. Juga tidak menggerogoti jumlah uang yang dikeluarkan pemerintah. Akan tetapi, sangat mungkin bahwa bunga selama uang itu ditahan sampai akhir semester dipakai oleh pengelolanya sendiri! Dalam arti seperti inilah bendahara itu disebut tak jujur: mencari trik culas demi kepentingan diri.

Setelah ketidakberesan tercium, bendahara ini memperbaiki diri. Ia tidak lagi mengambil keuntungan dari kongkalikong markup hutang pelanggan dan diperbaikinyalah pembukuan yang palsu itu. Kesediaannya untuk mengubah diri ini mendapat pujian. Inilah salah satu pesan Injil hari ini. Orang pada akhirnya perlu melihat kenyataan hidup yang sebenarnya setelah sekian waktu mengikuti kebengkokan hidup yang memberikan kesenangan semu.

Selain itu, orang perlu belajar dari cara-cara duniawi dengan catatan: perlu jeli melihat mana yang sungguh menjamin kebahagiaan sejati. Injil mendorong orang untuk memikirkan bagaimana lika-liku kemanusiaan bisa menjadi jalan bagi anak-anak terang pula. Bacaan pertama pun memberi keterangan mengenai bantuan yang diterima Paulus. Tentu bantuan itu bersifat duniawi juga tetapi diberikan oleh jemaat secara cuma-cuma dan Paulus tidak menangkapnya pertama-tama sebagai barang fisiknya, melainkan perhatian dan dukungan si pemberi: kalau pemberian itu tulus, tentu juga membuahkan hasil baik bagi si pemberinya sendiri.

Semoga roh pembenahan diri itu bergerak seluas wilayah bangsa ini dan semakin banyak orang bisa menikmatinya, sekarang dan selama-lamanya. Amin.


SABTU BIASA XXXI A/2
8 November 2014

Flp 4,10-19
Luk 16,9-15

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s