The real hero

Dulu saya mangkel setengah mati jika mendengar laporan atau kabar mengenai perilaku imam Katolik yang nyeleneh:  entah karena urusannya dengan harta, dengan kekuasaan, atau dengan urusan kewanitaan. Pelanggaran etika profesi itu melukai komitmen orang lain yang juga memegang kode etik yang sama. Itu adalah pengkhianatan, dan saya ngerti apa artinya dikhianati. Enaknya di sono… sakitnya di sini!

Akan tetapi, setelah menilik Sejarah Gereja, juga hiruk pikuk yang dihidupi Santo Leo Agung yang diperingati Gereja Katolik hari ini, kemangkelan seperti itu tidak lagi muncul; bukan karena saya menyetujuinya, melainkan karena memang itulah yang digarisbawahi Injil hari ini: tidak mungkin tidak ada penyesatan!

Yesus sangat realistis melihat bahwa panggilan (umat beriman) adalah anugerah Allah sendiri dan tanggapan manusia terhadap panggilan itu senantiasa diiringi dengan aneka pilihan, pemikiran yang bisa menyesatkan. Setiap orang dalam tahap kehidupannya bisa mengalami aneka penyesatan silih berganti. Karena itu, jika seorang imam rupanya melanggar etika profesinya, itu berarti dia mengalami penyesatan dan dalam logika Injil, orang ini perlu ditegur, bukan dirasani alias dijadikan bahan gosip!

Gosip tidak membantu orang yang dijadikan bahan gosip, tetapi juga tidak menambah kebaikan orang yang membuat gosip. Orang yang jadi bahan gosip bisa jadi melakukan defence (tanpa disertasi); orang yang membuat gosip dan mengolahnya juga bisa jadi tak mengerti etika profesi pastornya dan malah main hakim sendiri (lha wong melihat pastor naik Fortuner saja, misalnya, sudah ambil kesimpulan macam-macam).

Aneka penyesatan sesungguhnya menjadi tantangan bagi umat untuk menghidupi imannya, apakah imannya semakin memancar dari dalam atau terus menerus bergantung pada situasi di luar dirinya (bergantung pada tokoh idolanya, tokoh senior, orang tua, pacar, dan sebagainya). Ini berlaku juga untuk para pahlawan bangsa. Mereka yang mati dalam perang kemerdekaan memang dipukul rata sebagai pahlawan, meskipun mungkin ada juga dari mereka yang mati saat mau melarikan diri atau mencari selamat sendiri!

The real hero adalah mereka yang hidup berimannya mengalir dari dalam dan terwujudkan dalam tindakan. Jika tidak begitu, ia hanyalah korban brainwashing (apapun isinya).


SENIN BIASA XXXII
Peringatan Wajib St. Leo Agung
10 November 2014

Tit 1,1-9
Luk 17,1-6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s