Totality Makes A Difference

Secara tegas seorang guru pernah memberi pesan kepada murid-muridnya, “Kalian itu, kalau mau jadi bejat ya jangan tanggung-tanggung, jadilah yang paling bejat yang kalian bisa; tapi kalau mau jadi baik ya jadilah yang paling baik yang kalian bisa!”

Tentu guru itu tak mengharapkan anak didiknya jadi orang bejat (kecuali gurunya sendiri bejat). Poinnya mirip dengan insight dari bacaan hari ini yang mengisahkan dua orang yang bersedekah/memberi uang persembahan. Yang satu, lelaki kaya raya, memberikan sejumlah besar uang, sedangkan yang lainnya, seorang janda miskin, memberikan sedikit sekali uang, dan itu rupanya adalah seluruh uang yang ia punya.

Persembahan janda miskin ini mendapat apresiasi jauh lebih tinggi daripada persembahan orang kaya. Kalau begitu, tolok ukurnya pasti bukanlah jumlah uangnya karena yang dipersembahkan janda miskin itu sungguh-sungguh tak signifikan. Pemberian orang kaya itu juga tidak dikritik sebagai sesuatu yang jelek. Wajar saja toh, punya banyak bisa memberi banyak, punya sedikit ya hanya bisa memberi sedikit.

Insight bacaan ini tak perlu dipersempit pada soal memberi sedekah atau sumbangan. Lha yang sama sekali gak punya uang gimana dong! Ini adalah soal totalitas orang untuk ambil bagian dalam proyek Allah untuk menyelamatkan semua orang. Setiap orang, dari kebebasan hatinya, diundang untuk terlibat di dalamnya secara total. Hanya dalam semangat totalitas inilah orang bisa terlibat juga dengan menggantungkan hidupnya pada kemurahan hati Allah sendiri.

Konkretnya? Penuhi saja nasihat guru tadi dalam status hidup, pekerjaan, atau peran kita dalam masyarakat. Kalau (mau) jadi anggota mafia migas, berusahalah sungguh-sungguh bikin sengsara seluruh rakyat Indonesia, jangan tanggung-tanggung; yakinkanlah semua orang bahwa subsidi BBM itu harus dipertahankan dan impor minyak besar-besaran itu hukumnya wajib! Buatlah rakyat terbakar dengan tabloid dan protes besar-besaran terhadap presiden yang baru. Dengan begitu, kita sungguh total mengambil peran dan itu sungguh makes a difference… memberi kesaksian sebagai orang bejat.


SENIN BIASA XXXIV A
Peringatan Wajib Andreas Dung Lac
24 November 2014

Why 14,1-3.4b-5
Luk 21,1-4

2 replies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s