Masih Mau Menyombongkan Diri?

Pernah tahu gak bahwa nabi itu sadis? Nabi Elia sebagai nabi awal bangsa Israel tampak keras dan ganas. Yang paling mengerikan ialah ketika ia menyembelih ratusan nabi dewa Baal yang menyesatkan orang Israel (1Raj 18). Ngeri juga nih, nabi Allah Israel mainnya kasar!

Harap maklumlah, Brow, pada masa itu (dan di tempat itu) kekerasan adalah kultur yang lumrah untuk penentuan kebenaran. Para nabi Allah Israel dibunuh oleh Ratu Izebel. Nabi Elia yang lolos dari pembunuhan akhirnya muncul dan di hadapan rakyat menantang ratusan nabi Baal. Para nabi Baal tak bisa membuktikan kekuatan dewa mereka dan sadarlah rakyat Israel bahwa mereka tertipu oleh para nabi palsu itu.

Nabi Elia ini dikenang umat Israel karena passion yang dia miliki, kehausannya akan kebenaran dan keadilan. Kenangan itu merasuk dalam keyakinan: ia akan datang kembali sebelum Mesias tiba. Tapi, siapa sangka Elia yang datang kembali ini adalah sosok Yohanes Pemandi?

Situasi keterjajahan mengkondisikan bangsa Israel menantikan sosok Elia seperti yang dulu mengalahkan para nabi Baal. Mereka pikir ia akan garang, meledak-ledak bagai api. Yohanes Pemandi memang keras mewartakan keselamatan Allah tetapi tak segarang Elia. Gak pake acara bunuh-bunuhan (cuma dia aja yang akhirnya dibunuh).

Yohanes menyerukan pewartaan Elia juga: pertobatan kepada Allah! Bedanya, Allah yang ditunjukkan Elia klop dengan rasio mereka: jika Allah itu sungguhan, pasti mampu mengalahkan nabi sesat! Sementara, Allah yang ditunjukkan Yohanes tak punya bau-bau akan mengalahkan bangsa Romawi! Pola pikir menang-kalah gak klop lagi. Kalau diklop-klopkan, yang berlaku sekarang bukan lagi sosok Allah pemenang, melainkan justru sosok Allah yang sangat peduli pada korban, yang tersingkir, yang lemah.

Maka, pertobatan berarti ikut solider dengan Allah yang pro pada korban. Orang perlu mawas diri jangan-jangan kesuksesan hidup kita disokong oleh banyak pihak yang bisa jadi justru adalah kaum lemah yang tak masuk dalam hitungan: para pahlawan tanpa tanda jasa, yang nota bene, bukan hanya guru!


SABTU ADVEN II
Peringatan Wajib Santa Lusia
13 Desember 2014

Sir 48,1-4.9-11
Mat 17,10-13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s