Hamba Tuhan Tuh Apa…

Dialog Gabriel dengan Zakharia kemarin (klik di sini) berbeda dengan dialog dengan Maria hari ini. Isinya sih kurang lebih sama: kelahiran anak dari situasi mustahil si perempuan (yang satu mandul, yang satunya perawan). Seperti Zakharia, Maria pun kiranya bergejolak dengan filsafat pengetahuan: bagaimana mungkin aku bisa hamil kalau tidak berhubungan seksual dengan laki-laki?! Harap maklum, zaman itu belum dikenal teknik In Vitro Fertilization.

Bedanya, Maria tidak tinggal dalam kegalauan filosofis, tetapi segera meneranginya dengan sikap teologis: Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.

Memang, Maria seolah-olah punya advantage sehingga ia bisa masuk dalam sikap teologis seperti itu. Pertama, dia hanya ‘masih’ perawan, alias belum menikah. Artinya, kemungkinannya untuk hamil lebih besar daripada perempuan yang mandul. Kedua, kebingungannya segera mendapat penjelasan dari malaikat Gabriel sehingga ia relatif lebih mudah memahami warta malaikat itu.

Meskipun demikian, advantage itu sebenarnya gak sangat berarti jika dibandingkan dengan sikap dasar Maria, yang sudah memuat iman tertentu. Maksudnya, bahkan tanpa advantage itu, Maria toh sudah punya sikap dasar yang memadai. Ungkapan Maria itu sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia bisa memahami penjelasan Gabriel. Maria barangkali malah punya semakin banyak pertanyaan yang membingungkan. 

Akan tetapi, aneka macam pertanyaan itu menjadi tak relevan lagi jika orang membuat suatu lompatan iman: bahwa segalanya menjadi relatif terhadap kehendak Allah sendiri. Ini bukan sikap frustrasi “terserah apa kata lu deh!”, melainkan sikap seorang hamba yang hakikatnya memang mengabdi tuannya. Jadi, di tengah kegalauan filosofis itu Maria tetap mencari kehendak Allah bagi hidupnya. Itulah sikap hamba Tuhan.

Tahu bahwa tuannya itu maha baik, sikap batin Maria mengantisipasi kata-kata Augustinus: 

“Understanding is the reward of faith.
Therefore, seek not to understand that you may believe,
but believe that you may understand.”


HARI KHUSUS ADVEN
Sabtu, 20 Desember 2014

Yes 7,10-14
Luk 1,26-38

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s