Pernah Serius Mikir?

Pergantian tahun sebenarnya gak beda dari pergantian hari biasa. Itu seperti pergantian dari pukul 23.59 ke 24.00 pada tanggal-tanggal lainnya. Akan tetapi, karena mau memahami semesta, manusia melihat pergantian jam itu secara kronologis dengan kategori hari, minggu, bulan, dan tahun. Ada yang berpedoman pada kalender matahari, ada juga yang berpedoman pada kalender bulan, atau kombinasi keduanya (kalau mau sedikit kepo, bisa klik di sini).

Gereja Katolik mengawali pergantian tahun dengan penghormatan kepada Bunda Maria, yaitu perayaan Santa Maria Bunda Allah. Tentu aja frase ini jadi skandal rasionalitas. Kalau Allah itu pencipta manusia, mosok manusia jadi bunda-Nya! Gak masuk akal!

Memang, dulu Nestorius menentang paham mengenai Maria sebagai Bunda Allah (theotokos) karena menurut dia, Maria adalah Bunda Yesus, yang disebut Kristus (christotokos). Di balik protesnya itu, Nestorius sebenarnya mau mengatakan bahwa Yesus itu ya Kristus aja, manusia, bukan Allah! Karena pandangan itu, dikucilkanlah dia dari rengkuhan Gereja pada abad ke-5 itu. Gereja menjaga ajaran bahwa Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia!

Dengan memakai kerangka pemahaman I-me (AKU-aku), kita mengerti bahwa pernyataan Nestorius (dan doktrin Gereja juga sih) masuk dalam wilayah me (luar lingkaran AKU). Ia sibuk dengan argumentasi, yang gak ada artinya jika tidak menuntun orang untuk connect dengan I (AKU). Yang disodorkan Gereja bukan soal (klik di sini) what is God (meskipun itu penting juga), melainkan soal who is God for me. Yang pertama itu soal abstrak, yang kedua lebih konkret dan mengandaikan relasi yang lebih pribadi.

Sejak kecil kita diajari bahwa garis khatulistiwa ialah garis khayal pembagi belahan bumi selatan dan utara. Kita tak pernah melihat garis ekuator itu. Yang bisa kita lihat hanyalah tugu atau gapura bertuliskan “Anda melintasi khatulistiwa”! Meskipun garis khayal itu tak kelihatan, orang mengalami fenomena yang terkait dengannya: suhu udara, arah gerakan angin, dan sebagainya. Artinya, orang connect dengan garis khatulistiwa itu.

Allah tak kelihatan, justru karena Ia maha hadir dan bisa memperlihatkan Diri juga dalam hal-hal yang sangat biasa. Orang mesti jeli merajut aneka pengalaman hidupnya sebagai Allah ‘khayal’ yang melintasi bumi tadi. Itulah yang dibuat Bunda Maria: menyimpan segala perkara dalam hati dan merenungkannya (yaitu tindakan aktif terlibat untuk mencari tahu, menimbang-nimbang, memutuskan, dan sebagainya).


HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH
Kamis, 1 Januari 2015

Bil 6,22-27
Gal 4,4-7
Luk 2,16-21

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s