Orang Beriman Itu Telmi

Judul itu memuat sekurang-kurangnya dua hal. Pertama, gak sedikit orang yang begitu saleh dalam hidupnya jadi telat mikir karena fokus pikirannya cuma Tuhan-Tuhan melulu, gak ngerti juga bahwa dalam kenyataan hidup ini setan juga membuat prakarya.

Kedua, karena Tuhan selalu butuh medium dan mediasi (perantara) untuk menjumpai umat-Nya, orang beriman tidak bisa secara langsung bertemu Tuhan face to face. Perjumpaan dengan Tuhan itu senantiasa merupakan pengalaman yang direfleksikan dalam kerangka iman tertentu. Bahkan, doa pun baru menjadi pengalaman perjumpaan dengan Tuhan setelah direfleksikan. Pada saat orang mengatakan “Aha”, orang merasa ngeh, mendapat suatu insight, baru pada saat itulah ia memiliki pengalaman sentuhan dengan Allah.

Bacaan hari ini menyodorkan Yohanes yang, memang tahu diri bahwa ia bukan Mesias, dan ngerti bahwa dia menyiapkan jalan bagi Mesias itu, rupanya tidak begitu saja ngeh soal yang mana Mesias itu. Apa yang memungkinkannya mengenali Mesias? Dikira-kira sendiri ya…


HARI BIASA MASA NATAL
Sabtu, 3 Januari 2015

1Yoh 2,29-3,6
Yoh 1,29-34

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s