Bismillah

Just to share. Keluarga besar saya muslim dan saya senang setiap kali mendengar saudara saya mengucapkan ‘basmalah’ atau ‘tasmiya’ sebelum melakukan apa saja. Lebih sering dengan rumusan singkat, bismillah, daripada rumusan panjangnya (yang karena buta Bahasa Arab, saya mendengarnya seperti bismillahirohmanirohim). Tentu dengan mudah bisa saya temukan di internet tulisan bismillah al-rahman al-rahim, tetapi sekali lagi, saya tak tahu bagaimana penulisan yang benar.

Poinnya, saya mengerti bahwa seruan singkat bismillah itu dimaksudkan supaya umat beriman melibatkan Allah dalam tindakan sehari-hari mereka. Tak mengherankan bahwa seruan itu juga bisa menangkal ‘ilmu gendam’ atau kekuatan gelap karena mengangkat kesadaran orang pada suatu kehidupan di hadirat Allah (begitu juga tanda salib dalam tradisi Katolik).

Kata itu mengantar saya pada pesta yang dirayakan Gereja Katolik hari ini: Yesus dipersembahkan di Bait Allah. Ini adalah tindakan devotif orang tua Yesus yang benar-benar mengindahkan hukum agama, bukan melulu demi memenuhi hukum agama, melainkan memang begitulah wujud relasi mereka dengan Allah sendiri. Mereka mempersembahkan hidup kepada Allah, sang penyelenggara hidup, yang maha pengasih dan maha penyayang: apa yang dimulai Allah, biarlah disempurnakan atau dituntaskan oleh Allah sendiri.

Persembahan hidup kepada Allah ini dalam tradisi Gereja Katolik juga diwujudkan oleh mereka yang hidup dalam lembaga hidup bakti: laki-laki dan perempuan yang hidup miskin, murni/selibat, dan taat dalam menghayati iman mereka. Mereka itu adalah biarawan dan biarawati yang beragam alirannya seturut semangat pendiri lembaga hidup bakti tempat mereka bernaung. Untuk kalangan sendiri, bentuk hidup macam itu bisa dipandang sedemikian istimewa sehingga dianggap lebih tinggi, lebih suci, lebih bermartabat daripada hidup biasa.

Padahal, de facto, nyatanya, orang yang masuk dalam bentuk hidup seperti itu juga bergulat seperti orang-orang lainnya untuk menghayati bismillah al rahman al rahim tadi. Semoga seluruh makhluk tunduk pada kekuatan Allah yang maha pengasih dan penyayang, dan tidak malah memberi kesaksian berlawanan dengan aneka macam gerakan fundamentalis atau radikalis. Amin.


PESTA YESUS DIPERSEMBAHKAN DI BAIT ALLAH
Senin Biasa IV B/1
2 Februari 2015

Ibr 2,14-18
Luk 2,22-40

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s