Tersentuh Penderitaan

Menurut Kitab Kejadian, segala ciptaan Allah itu baik-baik saja. Sayang, kebaikan ciptaan itu dihancurkan oleh manusia sendiri. Kejahatan adalah distorsi terhadap kebaikan Allah itu: kekuatan atom yang semestinya bisa dipakai untuk sumber energi bagi banyak orang malah dipakai untuk membunuh jutaan orang; seksualitas yang seharusnya bisa jadi saluran cinta justru dipakai untuk merusak cinta karena eksploitasi dan kekerasan manusia; obat yang kudunya menyembuhkan banyak orang malah jadi sumber pengerukan profit rumah sakit dan dokternya!

Manusia jatuh dalam ironi setiap kali ia gagal membiarkan dirinya dicengkam oleh kaum lemah dan tertindas. Kemiskinan pun akan menjadi tragedi hidup manusia jika diterima sebagai objek romantisme belaka: objek rasa kasihan. Yesus memang berbelas kasih terhadap mereka yang menjadi korban struktur dan persis terhadap biang ketidakadilan struktural itulah ia berkoar-koar: hati manusia mesti bertobat supaya nilai Kerajaan Allah jauh lebih dominan.

Tentu tidak hanya koar-koar yang dibuat Yesus. Jumbai jubahnya pun menjadi sasaran mereka yang menderita sakit. Orang-orang itu percaya bahwa hanya dengan menyentuh jumbai jubahnya pun mereka akan sembuh. Seberapa jauh hidup pengikutnya menjadi jumbai jubah Yesus itu? Seberapa jauh hidup para murid Kristus itu tersentuh atau terpengaruh oleh penderitaan orang lain? Atau malah murid-murid Yesus sekarang ini sikut-sikutan untuk berupaya menyentuh jumbai jubah itu? Atau gimana ya?


SENIN BIASA V B/1
9 Februari 2015

Kej 1,1-19
Mrk 6,53-56

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s