God Sees the Truth but Waits…

Konon di suatu perkampungan terjadi kebakaran dan di satu rumah tingkat ada satu anak yang terjebak di lantai atas. Ia berteriak-teriak ketakutan dan akhirnya melongok ke jendela. Ia hanya menangis di bibir jendela. Orang-orang di bawah berteriak supaya ia melompat tetapi tentu ia takut dan bingung.

Ayahnya di bawah berteriak keras, “Ayo, Nak, lompatlah. Lompat!” Anaknya berteriak, “Ayah, aku tidak bisa melihat apa-apa di bawah!” dan ayahnya menjawab, “Lompatlah, kamu tidak bisa melihat ayah tapi ayah bisa melihatmu! Lompatlah!”

Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku takkan lagi melihat yang baik (Ay 7,7).

Ada kalanya orang merasa mampu melihat yang terbaik, padahal Allah melihat lebih baik lagi. Bacaan Injil juga menunjukkan bagaimana Yesus tidak mau terpaku pada apa yang dicari orang banyak. Semua orang mencari dia tetapi dia lebih fokus pada perluasan Kerajaan Allah, perluasan kebaikan bagi semakin banyak orang.

Dalam hal itu, keselamatan diri sendiri seringkali tak menjadi relevan jika tidak dilandasi keselamatan bagi semua orang. Penglihatan orang, bagaimanapun ia beriman, tetaplah terbatas… dan benarlah kata Leo Tolstoy: Allah melihat kebenaran yang sesungguhnya, tapi toh ia bersabar menanti sampai manusia akhirnya bisa melihatnya.


HARI MINGGU BIASA V B/1
Minggu, 8 Februari 2015

Ay 7,1-4.6-7
1Kor 9,16-19.22-23
Mrk 1,29-39

1 reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s