Kebijakan nan Arogan

Konon buku karya Stephen R. Covey berjudul The Seven Habits of Highly Effective People adalah salah satu buku yang sangat laris secara nasional maupun internasional. Nasionalnya Amerika. Internasionalnya mungkin termasuk Indonesia. Buku itu memang terlihat disusun dengan riset yang amat teliti dan memberikan tuntunan praktis untuk menerjemahkan hasil riset itu dalam modul-modul yang cukup jelas sehingga orang dapat berlatih membangun kebiasaan efektif dalam hidupnya.

Modul-modul pembiasaan itu tak banyak membantu jika pembacanya tak mengerti latar belakang penelitian Stephen R. Covey dan tak memiliki pemahaman yang tepat untuk membedakan prinsip dari hasilnya atau membedakan nilai dari akibatnya. Dalam skala internasional, negara-negara jelas bisa memiliki perbedaan dalam perumusan hukum positif mereka dan barangkali malah terjadi pertentangan. Repotnya, pertentangan ini jadi medan waton sulaya alias ajang debat kusir jika masing-masing pihak bersikeras dengan rumusan hukum positif mereka. Setiap pihak mesti melakukan suatu perubahan paradigma yang klop dengan prinsip dasar realitas. Apa itu prinsip dasar realitas?

Covey menyederhanakan uraiannya dengan cerita Frank Kock dalam majalah Proceedings. Tulisannya begini begini:
Two battleships assigned to the training squadron had been at sea on maneuvers in heavy weather for several days. I was serving on the lead battleship and was on watch on the bridge as night fell.
The visibility was poor with patchy fog, so the captain remained on the bridge keeping an eye on all activities.
Shortly after dark, the lookout on the wing of the bridge reported, “Light, bearing on the starboard bow.”
“Is it steady or moving astern?” the captain called out.
Lookout replied, “Steady, captain,” which meant we were on a dangerous collision course with that ship.
The captain then called to the signal man, “Signal that ship: We are on a collision course, advise you change course 20 degrees.”
Back came a signal, “Advisable for you to change course 20 degrees.”
The captain said, “Send, I’m a captain, change course 20 degrees.”
“I’m a seaman second class,” came the reply. “You had better change course 20 degrees.”
By that time, the captain was furious. He spat out, “Send, I’m a battleship. Change course 20 degrees.”
Back came the flashing light, “I’m a lighthouse.”
We changed course…..

Persoalannya bukan bahwa penjaga menara mercu suar harus menghargai kapten kapal perang atau sebaliknya! Jelas sekali: ini bukan soal harga diri atau martabat kapten dan korpsnya atau kelasi kelas dua dan teman-temannya; mereka semua mesti tunduk pada prinsip. Bagaimana prinsip itu mau dirumuskan, terserah: tapi kalau kamu, kapten kapal perang tak mengubah haluan 20 derajat… kamu rugi, mercusuar juga rusak.

Entah gencar atau tidak tekanan dari luar negeri, poinnya bukan seberapa besarnya tekanan itu, melainkan materi tekanan itu apakah memang berprinsip atau tidak. Kalau kapten kapal perang itu tetap arogan dan ngotot dengan perintahnya, mau jadi apa hidup ini? Hukum mesti dijaga kepastiannya, tetapi sejauh hukum itu memenuhi prinsip dasar yang tak boleh dilanggar.

Bagaimanapun prinsip dasar itu mau dirumuskan, tak ada orang yang menghendaki lahir di dunia ini sehingga tentu ada maksud dia diciptakan. Artinya, pemberian hidup gratis ini punya implikasi tanggung jawab sosial untuk pemeliharaannya, dan yang berhak mengambil hidup itu kembali adalah Dia yang menciptakan alam semesta. Peran ini tak boleh diambil alih manusia dan jika manusia mengambil peran itu, itulah kejahatan.

Semoga kebijakan nan arogan itu tersentuh perubahan paradigma aparatnya.

2 replies

  1. jika ada orang yang menyebar racun yang mematikan banyak orang akankah ia dibiarkan tanpa dihukum dengan pedang keadilan, toh tuhan tak dapat turun langsung ke dunia sebagai pelaksana langsung? 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s