Mau Jadi Eksekutor?

Beberapa hari lalu beredar klip video kesaksian pengalaman mati suri di hadapan sidang PBB. Di akhir pidato terucaplah: The answer, Your Excellencies, to the violence in our day and the human atrocities in our day is Jesus. He is the prince of peace. I give you Jesus. Pengalaman religius yang disharingkan di situ jelas bukan pengalaman eksklusif. Ada orang beragama lain yang mengalami peristiwa serupa (mati secara medis selama beberapa jam). Mukjizat memang nyata, dan bisa terjadi pada siapa saja.

Cara pengkotbah memaknai pengalamannya itu bergantung pada modal pengetahuan yang dia punya. Ia katakan Jesus steps on board saat ia secara medis sudah dinyatakan mati, dan seluruh organ tubuhnya berfungsi kembali secara normal. Ketika tim medis berkomentar,”You have defied all the law of medical science”, ia menanggapinya kurang lebih begini: aku tahu siapa yang melakukannya, namanya Yesus. Yesuslah yang ditegaskannya. 

Penekanan itu problematis bahkan bagi orang Kristen: sedemikian asyiknya dengan aneka kehebatan Yesus sampai lupa bahwa Yesus sendiri justru mewartakan kebesaran Allah, bukan kebesarannya sendiri (jadi berhala dong kalau begitu). Umat kristiani mungkin kurang menyadari bahwa Yesus “berharga” sejauh connect dengan Allah (dan Roh Kudus). Allah punya proyek keselamatan, dan proyek itu terlaksana secara utuh dalam peristiwa sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus, yang kemudian dijuluki Kristus atau Mesias (NB: bukan satriyo piningit atau ratu adil dalam kamus umum).

Jadi, bos megaproyek itu adalah Allah sendiri dan eksekutornya adalah Yesus. Dengan bantuan Roh Kudus murid-muridnya melanjutkan megaproyek itu. Apa sih proyeknya? Sama sekali bukan untuk memuja-muja Yesus (entah dengan genre musik atau kepiawaian kotbah atau kesaksian verbal apapun)! Proyeknya dinyatakan dalam Injil Lukas 4,18-19: menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.

Orang bisa memuja-muja Yesus, tetapi hidupnya begitu nyaman, jauh dari konsekuensi nilai yang diperjuangkan Yesus sendiri. Orang bisa memuji-muji Yesus setinggi mungkin, tapi pujian itu kosong manakala ia tak berani menjadi eksekutor proyek keselamatan Allah tadi.


RABU PASKA IV
29 April 2015
Peringatan Wajib Santa Katarina dari Siena

Kis 12,24-13,5a
Yoh 12,44-50

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s