Cinta Mati nan Menghidupkan

Masa Paska mendekati akhirnya dan pesannya pun diambil dari teks Injil yang menyodorkan pesan perpisahan Yesus sebelum disalibkan. Pesan itu merangkum mandatnya kepada para murid: Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu (Yoh 15,12). Apa sih konkretnya saling mengasihi seperti Kristus telah mengasihi kita?

  • menjumpai sesama bukan lagi dengan kerangka tuan-hamba (bahkan terhadap pembantu rumah tangga sekalipun), melainkan dengan kerangka teman peziarahan hidup: sebagai orang-orang yang mencari kemungkinan kebaikan terbesar bagi semua.
  • memberikan hidup bagi sesama, yang tidak identik dengan mati demi orang lain (tidak ada perintah Kristus yang mengindikasikan supaya para muridnya cari mati). Murid Kristus mesti memberikan hidup dalam kerangka pelayanan bagi sesama, yang bisa memuat konsekuensi kematian. Poin memberikan hidup bagi sesama bukan kematiannya, melainkan justru kelimpahan hidup yang ditularkan, disampaikan kepada sesama.
  • mengambil pilihan-pilihan yang berbuah baik bagi masyarakat, bagi kesejahteraan bersama
  • menghindari bentuk-bentuk diskriminasi yang tidak mencerminkan gambaran Allah yang menjadi Bapa bagi semua orang
  • membangun mentalitas yang mengutamakan sikap hormat dan solidaritas (belas kasih) lebih daripada konsep-konsep atau rumusan-rumusan ajaran tertentu.

Hal-hal itu kiranya baik ditularkan kepada orang-orang muda dengan catatan bahwa biar bagaimanapun kriteria kepenuhannya ada pada kegembiraan. Kalau orang melayani tapi cemberut terus, tak tampak kegembiraan di dalamnya dan berarti kebaikan yang dilakukannya hanyalah suatu tindak kompulsif dan implisit menerimanya sebagai beban. Para Pegawai Negeri Sipil bisa jadi agen yang paling disorot: seberapa besar kadar totalitas kerja (yang hakikatnya ialah melayani kepentingan publik) dan kegembiraan mereka. Tentu itu berlaku bagi semua orang yang memegang kata-kata Kristus: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh (Yoh 15,11).

Iman (kristiani) bukan iman orang-orang yang bawaannya bete melulu, yang landasannya mood belaka. Bayangkanlah orang berkomuni, menyambut Tubuh Kristus dan membawa kemarahan kepada dunia! Kalau dalam hati tak ada kegembiraan injili, kita memilih sesuatu yang lain, bukan hidup kristiani.


HARI MINGGU PASKA VI B/1
10 Mei 2015

Kis 10,25-26.34-35.44-48
1Yoh 4,7-10
Yoh 15,9-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s