Maaf, Hukum Lagi

Bulan Juni diawali dengan peringatan wajib Santo Yustinus martir pada abad kedua, apologetik besar dalam Gereja saat itu. Dia sendiri berasal dari Nablus, bagian wilayah orang-orang yang tak percaya pada Allah Israel, yaitu Samaria. Yustinus sangat antusias mencari kebenaran hidup melalui filsafat, begitu terkesan pada filsafat Plato, sampai akhirnya ia meyakini bahwa kebenaran filosofis semuanya itu mengerucut dalam agama Kristiani. Setelah menemukan ‘klik’ dalam agama Kristiani, ia berpindah ke Roma dan membuka sekolah gratis untuk siapa saja yang mau mengerti aneka doktrin kebenaran sejati. Upayanya yang begitu getol untuk melawan serangan kaum ateis waktu itu berujung kematiannya sebagai martir.

Tobit, yang memiliki perhatian besar pada kelompok orang miskin, melakukan penghormatan terhadap umat Israel yang dibunuh dan mayatnya dibuang di pasar. Tindakannya ini rupanya berisiko kematian. Orang-orang di sekelilingnya menertawakan Tobit yang tidak kapok juga melakukan tindakan yang sama. Ia lebih ‘takut’ kepada Allah daripada hukum yang berlaku dalam negeri yang menawan bangsanya. Ini sejalan dengan yang dihayati Santo Yustinus. Ia tanpa gentar melakukan pembelaan agama Kristiani terhadap tuduhan pagan dan ancaman kuasa Kaisar Antoninus Pius dan filsuf Verissimus (putra Antoninus) dan Lucius. Ia menegaskan bahwa orang tidaklah boleh dihukum semata karena ‘label’ yang disematkan kepadanya, tetapi karena penilaian teliti terhadap hidup dan sepak terjang mereka.

Poin bacaan Injil hari ini ialah bahwa para pemimpin bangsa ditolak Allah dan status bangsa pilihannya pun dicabut dan diberikan kepada bangsa-bangsa lain. Kenapa dicabut? Lha wong nabi-nabi pembawa pesan Allah malah dibunuh semua. Narasi ini disampaikan Yesus kepada para pemuka agama yang telah menyesatkan umat Allah. Bisa dimaklumi, Yesus barangkali melihat ‘kesia-siaan’ dalam upayanya mempertobatkan bangsa Israel, mempertimbangkan sejarah para nabi yang dibunuh oleh bangsanya sendiri. Kematian itu pula yang dialami Yesus (dan Yustinus), tetapi dengan kematian Yesus justru rencana keselamatan Allah ternyatakan: bangsa pilihan itu tidak eksklusif menjadi milik Israel, melainkan bangsa mana saja yang hidup seturut kebenaran karena Sabda Allah dalam diri Kristus itu. Keselamatan Allah memang meluas, tidak menyempit pada kelompok-kelompok tertentu.

*****

SENIN MASA BIASA IX 1/B
Pesta Wajib St. Yustinus Martir
1 Juni 2015

Tb 1,1a.2a.3;2,1b-8
Mrk 12,1-12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s