Duit buat Allah

Teks Injil hari ini sudah sangat familiar karena ungkapan “100% Katolik, 100% Indonesia” yang dipopulerkan oleh Mgr. Soegijapranata. Kisah Injilnya menarik, melibatkan kelompok Herodian dan Farisi. Kaum Herodian ialah kelompok orang Yahudi yang menerima pemerintahan romawi (lha wong mereka sebagian menjadi antek-antek romawi), sementara kaum Farisi begitu loyal, taat hukum dan sepakat bahwa orang Yahudi harus membayar pajak kepada Kaisar romawi. Ada kelompok lain yang tidak bisa kompromi, yaitu kaum Zelot, yang salah satunya juga adalah pengikut Yesus sendiri. Kaum Zelot ini sungguh taat hukum Yahudi dan tak mau hukum itu diinjak-injak oleh penjajah romawi dan mereka punya dukungan senjata untuk melawan kesewenang-wenangan bangsa romawi itu. Rakyat biasa tampaknya menyimpan ideologi seperti yang dihidupi kaum Zelot ini meskipun mereka tak berani bergabung dengan kelompok itu.

Beberapa orang Herodian dan Farisi datang kepada Yesus hendak menjebaknya dengan pertanyaan, “Boleh gak bayar pajak ke Kaisar romawi?” Kalau menjawab boleh, Yesus akan dicemooh oleh kebanyakan rakyat Yahudi, tetapi jika menyatakan tidak, ia jelas membuat provokasi, menentang otoritas pemerintah romawi. Tentu Yesus tahu jebakan orang-orang munafik itu dan jawabannya memang cerdas. Ia menunjuk gambar (Yunani: εἰκών, eikon) Kaisar pada koin yang dipakai untuk membayar pajak. Ini kata yang sama dengan yang dipakai dalam Kitab Kejadian 1:26 yang menyatakan bahwa kemanusiaan dibuat dalam ‘gambar’ Allah. Ini adalah kontras yang halus tapi kuat: gambar Kaisar ada pada koin (sehingga ia bisa mengklaim uang itu untuk pajak kepadanya), tetapi gambar Allah ada pada kemanusiaan, sehingga Ia bisa mengklaim setiap kehidupan manusia. Koin milik Kaisar, manusia milik Allah. Artinya? Koin milik Allah juga, haha…

Karena Kaisar adalah manusia juga, Allah adalah ownernya. Penghormatan terhadap Kaisar tak pernah bisa menyejajarkannya dengan Allah. Tatanan atau sistem yang dibuat orang macam Kaisar ini paling jauh hanya menjadi sarana untuk menghormati Allah. Tatanan itu mesti diperjuangkan sejauh membantu orang menghormati Allah, tetapi jika merusak atau menghalangi penghormatan terhadap Allah, tatanan itu perlu dikoreksi, diubah, dibatalkankan.


SELASA MASA BIASA IX B/1
2 Juni 2015

Tb 2,9-14
Mrk 12,13-17

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s