Made in Heaven

Setiap agama punya mekanisme untuk menghindarkan pengikutnya dari ritualisme atau legalisme. Dalam Islam, misalnya, ada aturan ‘tambahan’ yang memungkinkan orang melakukan wudhu tanpa air. Gak mungkin dong pesawat komersial membawa ratusan liter air supaya penumpang dan awak pesawatnya bisa mendirikan shalat di atas angkasa (bisa-bisa sebagai pesawat komersial jadi sial). Orang Katolik mungkin kebutuhan airnya lebih sedikit, hanya untuk membuat tanda salib waktu memasuki gereja, tetapi kalau tidak ada air sucipun tanda salibnya tetap sah juga. Mekanisme yang memungkinkan orang tak terkungkung oleh keterbatasan aturan ini adanya dalam batin, dalam niat suci, dalam hati orang. Batin, niat suci, dan hati orang yang seperti itu kiranya adalah made in heaven.

Akan tetapi, jangan lupa sekarang ini banyak juga produk-produk KW dan ini yang bikin kerunyaman persoalan batin itu jadi langgeng. Benarlah kata ahli tetangga sebelah: jika orang tak punya sikap batin bijak alias bebal, yang ada dalam pikirannya cuma rencana jahat busuk. Ini yang disodorkan Yesus sebagai pabrik kenajisan. Yang menajiskan itu bukan makanan/minuman atau pakaian seksi orang. Itu semua jadi najis hanya kalau kita sendiri mengizinkannya jadi najis. Caranya? Dengan pikiran cabul, maling, membunuh, zinah, serakah, jahat, licik, hawa nafsu, iri hati, hujat, dan sombong.

Jadi, gak mungkinlah pada dirinya bir itu, misalnya, najis; baru jika saya serakah dan penuh nafsu terhadap bir, bir itu menajiskan. Narkoba pun demikian, menajiskan hidup orang jika melibatkan keserakahan, kelicikan, dan sebagainya tadi. Paham seperti ini sudah dengan sendirinya tak ditangkap oleh orang bebal, yang tak mengerti batas-batas kewajaran, yang tak bisa lagi membedakan mana yang boleh dan tidak, yang cuma bisa menyalahkan pihak lain tanpa mawas diri: ngotot pada ritualisme/legalisme, atau sebaliknya, anarkis. Dari kebebalan itu tumbuh subur rencana busuk lain.

Yesus mengundang setiap umat beriman untuk masuk ke dalam semangat kerohanian yang sejati, bukan aneka macam tampilan luar yang bisa dipastikan sebagai produk KW made in heaven. Tampaknya saja made in heaven, tetapi aslinya ya cuma kebebalan pikiran atau pemberontakan belaka. Tentu Yesus mengerti bahwa membasuh tangan dan kaki adalah sesuatu yang baik, tetapi kebaikan itu dihancurkan oleh orang-orang munafik, yang membasuh tangan dan kakinya semata karena aturan (dan dari kebebalan itu mereka iri, sombong, jahat, fitnah terhadap orang lain).

Ya Allah, semoga batinku senantiasa penuh dengan Sabda-Mu yang berkualitas numero uno. Amin.


HARI MINGGU BIASA XXII B/1
30 Agustus 2015

Ul 4,1-2.6-8
Yak 1,17-18.21b-22.27
Mrk 7,1-8.14-15.21-23

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s